Ajang Menyemai Talenta Digital BUMN di Perguruan Tinggi
Selasa, 15 Agustus 2023 - 20:47 WIB
loading...
A
A
A
Di hadapan ratusan mahasiswa Unsri, Tina juga menjelaskan terkait program BUMN Muda yang membuka peluang kepada siapa pun untuk menjadi pemimpin di BUMN. Peluang ini harus dipersiapkan para generasi muda bangsa untuk meningkatkan kompetensi sehingga dapat menjadi leader BUMN di masa depan.
"Dengan berdiskusi bersama generasi muda, kita akan mendapatkan solusi yang berbeda sehingga perusahaan bisa berlari dengan kencang. Pupuk Indonesia saat ini memiliki tim untuk meng-create bisnis-bisnis baru sehingga menambah revenue bagi perusahaan. Dan isinya semua anak muda," tandas Tina.
Terakhir, ia juga menyampaikan bahwa saat ini Kementerian BUMN membuka kesempatan kepada para perempuan untuk menjadi pemimpin perusahaan. Menteri BUMN Erick Thohir men-challange Srikandi BUMN untuk mengisi 25% posisi direksi di BUMN, karena perubahan juga banyak didorong oleh para perempuan.
"Di Pupuk Indonesia sendiri total karyawan perempuan sekitar 11%. Alhamdulillah kita bisa memenuhi target, para pimpinan perempuan sebanyak 15%,” ungkapnya.
Menurut Tina, ini bukan sekadar kesetaraan. Perusahaan yang memiliki pemimpin perempuan lebih banyak mengalami peningkatan kinerja antara 30 hingga 50%.
“Ini harus membuka cara pandang para mahasiswa, tidak bisa kita berpikir eksklusif. Kita harus menghargai keberagaman,” ungkapnya.
"Dengan berdiskusi bersama generasi muda, kita akan mendapatkan solusi yang berbeda sehingga perusahaan bisa berlari dengan kencang. Pupuk Indonesia saat ini memiliki tim untuk meng-create bisnis-bisnis baru sehingga menambah revenue bagi perusahaan. Dan isinya semua anak muda," tandas Tina.
Terakhir, ia juga menyampaikan bahwa saat ini Kementerian BUMN membuka kesempatan kepada para perempuan untuk menjadi pemimpin perusahaan. Menteri BUMN Erick Thohir men-challange Srikandi BUMN untuk mengisi 25% posisi direksi di BUMN, karena perubahan juga banyak didorong oleh para perempuan.
"Di Pupuk Indonesia sendiri total karyawan perempuan sekitar 11%. Alhamdulillah kita bisa memenuhi target, para pimpinan perempuan sebanyak 15%,” ungkapnya.
Menurut Tina, ini bukan sekadar kesetaraan. Perusahaan yang memiliki pemimpin perempuan lebih banyak mengalami peningkatan kinerja antara 30 hingga 50%.
“Ini harus membuka cara pandang para mahasiswa, tidak bisa kita berpikir eksklusif. Kita harus menghargai keberagaman,” ungkapnya.
Lihat Juga :