Bank Raksasa AS Turunkan Pertumbuhan Ekonomi China, JPMorgan Pangkas Jadi 4,8%
Kamis, 17 Agustus 2023 - 07:38 WIB
loading...
A
A
A
Para ekonom Barclays, termasuk Jian Chang, mengaitkan penurunan tersebut dengan data yang mengecewakan terkait konsumsi, perumahan, ekspor, dan kredit, serta kurangnya stimulus yang efektif.
Data aktivitas resmi bulan Juli menunjukkan pertumbuhan pengeluaran konsumen, produksi industri, dan investasi melambat, sementara tingkat pengangguran meningkat. Serangkaian data bukan Juni juga mengecewakan yang telah memicu sejumlah bank menurunkan perkiraan pertumbuhan tahun penuh China bulan lalu.
Di antara mereka yang memangkas prediksi kali ini adalah Mizuho Financial Group Inc. Lembaga keuangan besar asal Jepang ini mengurangi proyeksi pertumbuhan PDB China tahun penuh menjadi 5% dari sebelumnya, yaitu 5.5%. Serena Zhou, ekonom senior bank tersebut untuk China, menyebut hambatan dari kelemahan berlanjut di pasar properti.
JPMorgan juga menyoroti masalah properti China. "Buruknya prospek pasar perumahan, terutama penurunan besar dalam pembelian tanah dan dimulainya rumah baru selama satu tahun lagi, cenderung meningkatkan tekanan" terhadap ekonomi, kata ekonom bank tersebut, dikutip Yahoo Finance dari Bloomberg, Kamis (17/8/2023).
Baca Juga: Masalah Ekonomi China Bertambah, Raksasa Properti Country Garden Rugi Rp114,8 Triliun
Data aktivitas resmi bulan Juli menunjukkan pertumbuhan pengeluaran konsumen, produksi industri, dan investasi melambat, sementara tingkat pengangguran meningkat. Serangkaian data bukan Juni juga mengecewakan yang telah memicu sejumlah bank menurunkan perkiraan pertumbuhan tahun penuh China bulan lalu.
Di antara mereka yang memangkas prediksi kali ini adalah Mizuho Financial Group Inc. Lembaga keuangan besar asal Jepang ini mengurangi proyeksi pertumbuhan PDB China tahun penuh menjadi 5% dari sebelumnya, yaitu 5.5%. Serena Zhou, ekonom senior bank tersebut untuk China, menyebut hambatan dari kelemahan berlanjut di pasar properti.
JPMorgan juga menyoroti masalah properti China. "Buruknya prospek pasar perumahan, terutama penurunan besar dalam pembelian tanah dan dimulainya rumah baru selama satu tahun lagi, cenderung meningkatkan tekanan" terhadap ekonomi, kata ekonom bank tersebut, dikutip Yahoo Finance dari Bloomberg, Kamis (17/8/2023).
Baca Juga: Masalah Ekonomi China Bertambah, Raksasa Properti Country Garden Rugi Rp114,8 Triliun
Lihat Juga :