Pertamina Kembangkan Teknologi DDF, Biaya Diesel Kapal Bisa Hemat 30%
Kamis, 30 Juli 2020 - 12:15 WIB
loading...
A
A
A
Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas, Arief S. Handoko, menyambut baik kolaborasi antar anak usaha PT Pertamina (Persero) ini. Dia berkata penggunaan LNG untuk bahan bakar kapal ini sangat baik, apalagi Indonesia memiliki cadangan gas yang cukup banyak dan akan mengurangi impor HSD.
“Dalam konteks perubahan iklim, SKK Migas juga mendorong perubahan dari penggunaan minyak ke gas yang adalah clean energy,” katanya.
Langkah konversi dari diesel ke gas ini terangkum dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No 128 K/70/MEM/2020 tentang Gugus Tugas Ketahanan dan Pemanfaatan Energi yang di antaranya memandatkan penyusunan langkah-langkah untuk mengkonversi penggunaan bahan bakar diesel ke gas alam. (Baca juga: Butuh Skill untuk Kontrol Gas dan Reman saat Pacu Motor )
Teknologi DDF menggabungkan penggunaan HSD dan LNG sebagai bahan bakar kapal. Dalam proyek ini PTK akan memodifikasi mesin pada AHTS Trans Moloco sebagai prototipe teknologi DDF yang diharapkan mulai dioperasikan pada Agustus 2021.
Bila proyek ini berhasil, maka akan dikembangkan ke fase industri pada kapal-kapal lainnya yang dioperasikan di WK Mahakam. Di industri perkapalan, penggunaan LNG sebagai bahan bakar kapal sendiri sudah terbukti.
“Dalam konteks perubahan iklim, SKK Migas juga mendorong perubahan dari penggunaan minyak ke gas yang adalah clean energy,” katanya.
Langkah konversi dari diesel ke gas ini terangkum dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No 128 K/70/MEM/2020 tentang Gugus Tugas Ketahanan dan Pemanfaatan Energi yang di antaranya memandatkan penyusunan langkah-langkah untuk mengkonversi penggunaan bahan bakar diesel ke gas alam. (Baca juga: Butuh Skill untuk Kontrol Gas dan Reman saat Pacu Motor )
Teknologi DDF menggabungkan penggunaan HSD dan LNG sebagai bahan bakar kapal. Dalam proyek ini PTK akan memodifikasi mesin pada AHTS Trans Moloco sebagai prototipe teknologi DDF yang diharapkan mulai dioperasikan pada Agustus 2021.
Bila proyek ini berhasil, maka akan dikembangkan ke fase industri pada kapal-kapal lainnya yang dioperasikan di WK Mahakam. Di industri perkapalan, penggunaan LNG sebagai bahan bakar kapal sendiri sudah terbukti.
(ind)
Lihat Juga :