alexa snippet

Cabai dan Tembakau Diperkirakan Dorong Inflasi Jember

Cabai dan Tembakau Diperkirakan Dorong Inflasi Jember
Meningkatnya sejumlah harga komoditas seperti sayuran, cabai hingga tembakau diperkirakan bakal mengkerek inflasi Jember pada bulan ini. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Meningkatnya sejumlah harga komoditas seperti sayuran, cabai hingga tembakau diperkirakan bakal mengkerek inflasi Jember pada bulan ini. Cuaca buruk membuat beberapa komditas gagal panen, sehingga membuat stok berkurang untuk kemudian menjadikan harga jualnya lebih tinggi lantaran pasokan langka.

Hal ini menurut Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Achmad Bunyamin bakal memicu inflasi Jember kembali meningkat. Diterangkan hujan dan banjir menyebabkan tanaman cabai, padi termasuk tembakau banyak yang rusak hingga menyebabkan gagal panen membuat stok kebutuhan sangat sulit dicari masyarakat, jikapun ada harganya melambung.

Harga cabai di pasar tradisional Jember mencapai Rp150.000 per kilogram (kg), sedangkan beras premium mencapai Rp11.000/kg. Padahal sebelumnya harga cabai hanya di kisaran belasan ribu rupiah, begitupun beras premium yang hanya Rp8.000 rupiah per kilogram (kg). Tembakau yang menjadi tanaman khas Jember, juga banyak yang kolaps karena gagal panen sehingga permintaan ekspor terganggu.

"Hal ini memicu inflasi di Jember, diperkirakan inflasi untuk bulan ini di Jember naik. Maraknya bencana alam yang terjadi di Jember sehingga anomali cuaca ini sangat menganggu pasokan sejumlah kebutuhan pokok masyarakat," terang Kepala Perwakilan BI Achmad Bunyamin, Kamis (16/2/2017). 

Menurut dia kondisi tersebut sebenarnya hal ini bisa dicegah, jika petani merubah pola tanam dan memperhitungkan masa panen. Namun kebiasaan petani berharap keuntungan melimpah tanpa mempedulikan anomali cuaca.



(akr)
loading gif
Top