Praktik GRC Bagi Korporasi Kian Signifikan Pascapandemi
Jum'at, 01 September 2023 - 09:09 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: OJK Menyadari Pentingnya GRC Terintegrasi di Sektor Jasa Keuangan
Selain itu, dia juga menyoroti sektor non keuangan yang belum seluruhnya secara optimal menerapkan GRC. Bahkan proses dokumentasi atas monitoring masih ada yang belum konsisten, dan sistem seluruhnya belum terintegrasi. "Ditambah lagi proses manajemen risiko termasuk monitoring masih ada yang bersifat silo,” ujar Dewi.
Ia juga menambahkan, ajang GRC & Performance Excellence Award 2023 ini merupakan saat tepat untuk melakukan pemetaan risiko-risiko di era VUCA, melakukan pembenahan, refocusing strategic objective perusahaan berdasarkan implementasi GRC, dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan.
“Ajang ini juga memotivasi para pelaku bisnis untuk menyempurnakan praktik GCG dan penerapan manajemen risiko, meningkatkan kepatuhan, sekaligus GRC secara keseluruhan, juga mengapresiasi perusahaan yang sudah menerapkan GRC dengan terus melakukan continuous improvement,” lanjut Dewi.
Para pemenang penghargaan GRC & Performance Excellence Award 2023 ini dijaring dari sekitar 300 perusahaan dari BUMN, BUMD, dan Swasta yang menjadi nominasi.
Kemudian dewan juri bersama tim penyelanggara telah menyaring, menyeleksi, mengevaluasi kinerja maupun Governance Risk and Compliance (GRC) dari perusahaan-perusahaan tersebut. Hasilnya, sebanyak 31 perusahaan dari BUMN, BUMD dan Swasta yang terpilih melalui penjurian oleh dewan juri sebagai pemenang.
Event yang mengusung tema “Risk Management at the Speed of Business" ini bekerjasama dengan lembaga-lembaga kompeten di bidangnya seperti Open Compliance and Ethics Group (OCEG – USA) dengan 60 ribu member seluruh dunia, juga dengan FMR (Forum Manajemen Risiko BUMN) dengan member seluruh BUMN dan anak Perusahaan BUMN serta Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG).
Selain itu, dia juga menyoroti sektor non keuangan yang belum seluruhnya secara optimal menerapkan GRC. Bahkan proses dokumentasi atas monitoring masih ada yang belum konsisten, dan sistem seluruhnya belum terintegrasi. "Ditambah lagi proses manajemen risiko termasuk monitoring masih ada yang bersifat silo,” ujar Dewi.
Ia juga menambahkan, ajang GRC & Performance Excellence Award 2023 ini merupakan saat tepat untuk melakukan pemetaan risiko-risiko di era VUCA, melakukan pembenahan, refocusing strategic objective perusahaan berdasarkan implementasi GRC, dalam rangka meningkatkan kinerja perusahaan.
“Ajang ini juga memotivasi para pelaku bisnis untuk menyempurnakan praktik GCG dan penerapan manajemen risiko, meningkatkan kepatuhan, sekaligus GRC secara keseluruhan, juga mengapresiasi perusahaan yang sudah menerapkan GRC dengan terus melakukan continuous improvement,” lanjut Dewi.
Para pemenang penghargaan GRC & Performance Excellence Award 2023 ini dijaring dari sekitar 300 perusahaan dari BUMN, BUMD, dan Swasta yang menjadi nominasi.
Kemudian dewan juri bersama tim penyelanggara telah menyaring, menyeleksi, mengevaluasi kinerja maupun Governance Risk and Compliance (GRC) dari perusahaan-perusahaan tersebut. Hasilnya, sebanyak 31 perusahaan dari BUMN, BUMD dan Swasta yang terpilih melalui penjurian oleh dewan juri sebagai pemenang.
Event yang mengusung tema “Risk Management at the Speed of Business" ini bekerjasama dengan lembaga-lembaga kompeten di bidangnya seperti Open Compliance and Ethics Group (OCEG – USA) dengan 60 ribu member seluruh dunia, juga dengan FMR (Forum Manajemen Risiko BUMN) dengan member seluruh BUMN dan anak Perusahaan BUMN serta Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG).
Lihat Juga :