RUPST BWS Jaga Kinerja Positif dan Berkelanjutan
Rabu, 29 April 2020 - 21:13 WIB
loading...
RUPST BWS Jaga Kinerja Positif dan Berkelanjutan
A
A
A
JAKARTA - PT. Bank Woori Saudara Indonesia 1906, Tbk (Bank Woori Saudara) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Kantor Pusat Bank Woori Saudara (BWS), Jakarta, Rabu (29/04/2020).
Seluruh masyarakat Indonesia dan dunia sedang berduka dengan adanya pandemi COVID-19 yang saat ini sedang terjadi. Kejadian ini merupakan masa-masa sulit yang penuh tantangan bagi kita semua.
Namun, hal ini tidak boleh membuat kita menyerah dan berdiam diri. Berbagai tantangan di sepanjang tahun 2019 berhasil dilalui BWS dengan usaha yang tepat sasaran. Tahun 2019 ditandai dengan pembukaan kantor baru BWS di Treasury Tower District 8 SCBD Jakarta.
Ini merupakan momentum yang baik bagi BWS. Usaha menjaga penerapan sistem teknologi informasi di lingkungan Perusahaan sudah dilakukan dengan sangat baik. Pencapaian Laba bersih BWS pada 2019 adalah sebesar Rp499,79 Miliar lebih rendah jika dibandingkan dengan pencapaian tahun 2018 sebesar Rp537,97 Miliar.
Hal ini dikarenakan pencapaian industri perbankan nasional di tahun 2019 mengalami perlambatan akibat perlambatan ekonomi global yang berdampak pada perekonomian Indonesia yang menyebabkan pengetatan pada pasar dana pihak ketiga (DPK) sehingga mendorong suku bunga DPK naik.
Seluruh masyarakat Indonesia dan dunia sedang berduka dengan adanya pandemi COVID-19 yang saat ini sedang terjadi. Kejadian ini merupakan masa-masa sulit yang penuh tantangan bagi kita semua.
Namun, hal ini tidak boleh membuat kita menyerah dan berdiam diri. Berbagai tantangan di sepanjang tahun 2019 berhasil dilalui BWS dengan usaha yang tepat sasaran. Tahun 2019 ditandai dengan pembukaan kantor baru BWS di Treasury Tower District 8 SCBD Jakarta.
Ini merupakan momentum yang baik bagi BWS. Usaha menjaga penerapan sistem teknologi informasi di lingkungan Perusahaan sudah dilakukan dengan sangat baik. Pencapaian Laba bersih BWS pada 2019 adalah sebesar Rp499,79 Miliar lebih rendah jika dibandingkan dengan pencapaian tahun 2018 sebesar Rp537,97 Miliar.
Hal ini dikarenakan pencapaian industri perbankan nasional di tahun 2019 mengalami perlambatan akibat perlambatan ekonomi global yang berdampak pada perekonomian Indonesia yang menyebabkan pengetatan pada pasar dana pihak ketiga (DPK) sehingga mendorong suku bunga DPK naik.