Bahlil Sebut Investasi Xinyi Group di Rempang Harus Tetap Berjalan demi Kepentingan Rakyat
Senin, 18 September 2023 - 14:06 WIB
loading...
Menteri Bahlil Lahadalia berikan penjelasan soal manfaat investasi di Rempang. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyatakan, rencana investasi di Pulau Rempang , Batam, Kepulauan Riau, harus tetap berjalan demi kepentingan rakyat. Menurutnya, investasi tersebut diperlukan untuk menggerakkan roda ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Baca juga: Para Menteri Jokowi Bahas Upaya Penyelesaian Konflik Pulau Rempang
“Investasi itu bukan seperti menanam buah dari sebuah pohon. Kita ini berkompetisi. FDI (penanaman modal asing) global terbesar itu sekarang ada di negara tetangga, bukan di kita. Ini kita ingin merebut investasi untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Kalau kita tunggunya terlalu lama, emang dia mau tunggu kita. Kita butuh mereka tapi juga kita harus hargai yang di dalam,” tegas Bahlil dalam keterangan resminya, Senin (18/9/2023).
Bahlil juga menyampaikan bahwa akan banyak kerugian yang akan dirasakan, baik dari segi pendapatan pemerintah maupun perekonomian masyarakat jika potensi investasi tersebut tidak berhasil direalisasikan.
“Ini investasinya total Rp300 triliun lebih, tahap pertama itu Rp175 triliun. Kalau ini lepas, itu berarti potensi pendapatan asli daerah (PAD) dan penciptaan lapangan pekerjaan untuk saudara-saudara kita di sini itu akan hilang,” ujar Bahlil.
Di sisi lain, Bahlil juga menegaskan pentingnya untuk memenuhi hak-hak masyarakat Rempang terkait dengan penggeseran warga Pulau Rempang ke Pulau Galang.
Baca juga: Para Menteri Jokowi Bahas Upaya Penyelesaian Konflik Pulau Rempang
“Investasi itu bukan seperti menanam buah dari sebuah pohon. Kita ini berkompetisi. FDI (penanaman modal asing) global terbesar itu sekarang ada di negara tetangga, bukan di kita. Ini kita ingin merebut investasi untuk menciptakan lapangan pekerjaan. Kalau kita tunggunya terlalu lama, emang dia mau tunggu kita. Kita butuh mereka tapi juga kita harus hargai yang di dalam,” tegas Bahlil dalam keterangan resminya, Senin (18/9/2023).
Bahlil juga menyampaikan bahwa akan banyak kerugian yang akan dirasakan, baik dari segi pendapatan pemerintah maupun perekonomian masyarakat jika potensi investasi tersebut tidak berhasil direalisasikan.
“Ini investasinya total Rp300 triliun lebih, tahap pertama itu Rp175 triliun. Kalau ini lepas, itu berarti potensi pendapatan asli daerah (PAD) dan penciptaan lapangan pekerjaan untuk saudara-saudara kita di sini itu akan hilang,” ujar Bahlil.
Di sisi lain, Bahlil juga menegaskan pentingnya untuk memenuhi hak-hak masyarakat Rempang terkait dengan penggeseran warga Pulau Rempang ke Pulau Galang.
Lihat Juga :