IFG Butuh Rp8,1 T Buat Selesaikan Pengalihan Polis Jiwasraya, Dari Mana Duitnya?
Senin, 18 September 2023 - 14:22 WIB
loading...
A
A
A
Untuk memenuhi kebutuhan dana senilai Rp8,1 triliun pada 2023, pemerintah perlu menggelontorkan anggaran triliunan rupiah yang dapat dicairkan tahun hingga tahun depan. Rionald menyebut anggaran pengalihan polis ke IFG Life sudah diajukan melalui skema Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun ini yang mencapai Rp3 triliun. Lalu, PMN Tahun anggaran 2024 sebesar Rp3,56 triliun.
Sementara, sisa dana yang diperlukan senilai Rp1,45 triliun bisa diperoleh melalui penggalanggan alias fundraising yang diselenggarakan Indonesia Financial Group.
“Di mana angka Rp8,1 triliun tersebut nanti pemenuhannya Rp3 triliun dari (PMN) 2023, kemudian Rp3,56 triliun melalui PMN 2024. dan Rp1,45 triliun melalui fundraising yang dilakukan oleh PT BPUI,” ucapnya.
Menurutnya, dengan tambahan PMN 2023-2024 diharapkan IFG Life bisa menyelesaikan pengalihan polis yang telah direstrukturisasi dan masih tertinggal di Jiwasraya. Bahkan, suntikan dana segar itu bisa memenuhi Risk Based Capital atau RBC yang minimumnya adalah 120 persen.
“Untuk menjaga nilai liabilitas yang dialihkan agar bisa sesuai dengan asumsi, maka memang dilakukan akselerasi pencairan PMN, itulah sebabnya kami mengajukan pendalaman PMN untuk 2024 di hari ini, sehingga pendalaman dapat diselesaikan, kami akan segera mengurus ketentuannya dan mudah-mudahan ini bisa, untuk PMN 2024, itu bisa dicairkan di awal tahun, sehingga bisa memenuhi RBC minimum yang harus dipenuhi BPUI,” tutur dia.
Sementara, sisa dana yang diperlukan senilai Rp1,45 triliun bisa diperoleh melalui penggalanggan alias fundraising yang diselenggarakan Indonesia Financial Group.
“Di mana angka Rp8,1 triliun tersebut nanti pemenuhannya Rp3 triliun dari (PMN) 2023, kemudian Rp3,56 triliun melalui PMN 2024. dan Rp1,45 triliun melalui fundraising yang dilakukan oleh PT BPUI,” ucapnya.
Menurutnya, dengan tambahan PMN 2023-2024 diharapkan IFG Life bisa menyelesaikan pengalihan polis yang telah direstrukturisasi dan masih tertinggal di Jiwasraya. Bahkan, suntikan dana segar itu bisa memenuhi Risk Based Capital atau RBC yang minimumnya adalah 120 persen.
“Untuk menjaga nilai liabilitas yang dialihkan agar bisa sesuai dengan asumsi, maka memang dilakukan akselerasi pencairan PMN, itulah sebabnya kami mengajukan pendalaman PMN untuk 2024 di hari ini, sehingga pendalaman dapat diselesaikan, kami akan segera mengurus ketentuannya dan mudah-mudahan ini bisa, untuk PMN 2024, itu bisa dicairkan di awal tahun, sehingga bisa memenuhi RBC minimum yang harus dipenuhi BPUI,” tutur dia.
Lihat Juga :