Bulan Depan, LRT Jabodebek Berlakukan Tarif Maksimal Rp20.000

Selasa, 26 September 2023 - 10:50 WIB
loading...
Bulan Depan, LRT Jabodebek...
Kemenhub memutuskan tarif flat LRT Jabodebek Rp5.000 hanya berlaku sampai bulan ini. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memutuskan tarif flat LRT Jabodebek Rp5.000 hanya berlaku sampai bulan ini. Pada Oktober 2023 diputuskan tarif maksimal sebesar Rp20.000 dari Stasiun Harjamukti-Dukuh Atas dan Stasiun Jati Mulya-Dukuh Atas maupun sebaliknya.

"Hingga saat ini sesuai rencana awal. Mulai Oktober 2023 akan diberlakukan tarif maksimal Rp20.000," ungkap Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati saat dihubungi, Selasa (26/9/2023).

Baca Juga: Setelah September, Tarif Maksimal Naik LRT Jabodebek Bisa Rp20.000

Dia mengatakan tarif Rp3.000 untuk km pertama dan Rp20.000 untuk tarif maksimal akan diberlakukan pada Oktober 2023 hingga Februari 2024 mendatang.

Setelahnya, tarif LRT Jabodebek akan menggunakan tarif normal sesuai dengan Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor (KM) No. 67/2023 tentang Tarif Angkutan Orang dengan Kereta Api Ringan Terintegrasi di Wilayah Jabodebek.

Perhitungan tarif LRT Jabodebek dalam keputusan tersebut adalah sebesar Rp5.000 untuk kilometer pertama dan penambahan senilai Rp700 untuk kilometer selanjutnya.

Baca Juga: Sejarah dan Latar Belakang Pembangunan LRT Jabodebek

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan membuka peluang tarif promo LRT Jabodebek Rp5.000 untuk seluruh lintas pelayanan dilanjutkan hingga Oktober 2023. Adita mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan evaluasi dari terkait pemberlakuan tarif untuk bulan Oktober mendatang.

"Tapi memang masih dalam evaluasi, bisa saja promo Rp5.000 ini bisa kita lanjutkan, tapi ini semua tergantung dari evaluasi kami seperti apa," kata Adita.

Dia mengatakan peluang diberlakukan tarif Rp5.000 untuk periode selanjutnya lantaran ia masih banyak masyarakat yang ingin mencoba LRT namun dengan tarif yang murah.

"Bisa saja masyarakat masih butuh dapat pengalaman lebih dengan harga yang jauh lebih terjangkau dengan harga Rp5.000," katanya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Rupiah Ambles ke Rp17.900,...
Rupiah Ambles ke Rp17.900, Siap-siap! Harga Tiket Pesawat Bakal Naik
LRT Jabodebek Kian Diminati,...
LRT Jabodebek Kian Diminati, Pengguna Cetak Rekor Tertinggi 129.692
Lindungi 6 Juta Pekerja,...
Lindungi 6 Juta Pekerja, Pengusaha Rokok Tagih Kepastian Tarif Cukai
Uji Coba Penertiban...
Uji Coba Penertiban Truk ODOL Bakal Dimulai 1 Juni 2026, Ini 3 Variabelnya
Pesawat Tanpa Awak dari...
Pesawat Tanpa Awak dari China Kantongi Sertifikat Layak Terbang di RI, Ini Peruntukannya
Tarif Sejumlah Rute...
Tarif Sejumlah Rute Transjabodetabek Bakal Dinaikkan, Termasuk Blok M-Bandara Soetta
Kasus DJKA, KPK Telusuri...
Kasus DJKA, KPK Telusuri Dugaan Penerimaan Gratifikasi di Kemenhub
Kasus Korupsi Pengadaan...
Kasus Korupsi Pengadaan Jalur Kereta Api, KPK Panggil 3 ASN Kemenhub
Rekomendasi
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved