Manfaatkan Pasar Properti Australia, Pengembang Indonesia Siap Luncurkan Proyek Rp4,5 Triliun
Kamis, 28 September 2023 - 17:29 WIB
loading...
Pasar properti di Sydney kian menarik pengembang mancanegara. Foto/Okezone/Ausse Siiters
A
A
A
JAKARTA - Pasar properti Australia kian menarik sejumlah pengembang, termasuk dari Indonesia. Lonjakan imigran yang masuk ke Australia , ditambah para pelajar yang kembali masuk pasca-pandemi, menjadikan pasar sewa di Sydney dan Melbourne menjadi sangat seksi serta daya beli pasar tetap terjaga.
Baca juga: Mengintip Krisis Properti China: Terbelit Utang Rp180.000 Triliun hingga 3 Miliar Apartemen Hantu
Menurut firma akuntan KPMG, harga hunian di seluruh Australia akan melonjak dalam 18 bulan ke depan. KPMG International Limited adalah jaringan layanan profesional multinasional, dan salah satu dari empat besar organisasi akuntansi, bersama dengan Ernst & Young, Deloitte, dan PwC.
Dalam laporan Residential Property Market Outlook September 2023, KPMG mengungkap ada sejumlah faktor yang diperkirakan akan mendorong kenaikan harga di Australia. Menurut laporan terbarunya, harga hunian akan naik secara nasional sebesar 4,9% selama 9 bulan ke depan dan kemudian melonjak sebesar 9,4% hingga Juni 2025.
Harga rumah dan unit akan semakin meningkat pada tahun keuangan berikutnya karena pasokan tempat tinggal terus terbatas, dikarenakan kelangkaan lahan yang tersedia, menurunnya tingkat persetujuan dan aktivitas konstruksi yang lebih lambat atau lebih mahal.
Situasi itulah yang membuat One Globe Capital mengambil peluang memanfaatkan pasar properti Australia. One Global Capital merupakan perusahaan jaringan hotel SKYE Suites Green Square dan memiliki 50% saham dari Crown Group.
"Saya melihat saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan kebijakan strategis perusahaan mengingat potensi pasar properti Australia khususnya di Sydney,” kata Iwan Sunito, pemilik One Globe Capital, dalam keterangannya, Kamis (28/9/2023).
Baca juga: Mengintip Krisis Properti China: Terbelit Utang Rp180.000 Triliun hingga 3 Miliar Apartemen Hantu
Menurut firma akuntan KPMG, harga hunian di seluruh Australia akan melonjak dalam 18 bulan ke depan. KPMG International Limited adalah jaringan layanan profesional multinasional, dan salah satu dari empat besar organisasi akuntansi, bersama dengan Ernst & Young, Deloitte, dan PwC.
Dalam laporan Residential Property Market Outlook September 2023, KPMG mengungkap ada sejumlah faktor yang diperkirakan akan mendorong kenaikan harga di Australia. Menurut laporan terbarunya, harga hunian akan naik secara nasional sebesar 4,9% selama 9 bulan ke depan dan kemudian melonjak sebesar 9,4% hingga Juni 2025.
Harga rumah dan unit akan semakin meningkat pada tahun keuangan berikutnya karena pasokan tempat tinggal terus terbatas, dikarenakan kelangkaan lahan yang tersedia, menurunnya tingkat persetujuan dan aktivitas konstruksi yang lebih lambat atau lebih mahal.
Situasi itulah yang membuat One Globe Capital mengambil peluang memanfaatkan pasar properti Australia. One Global Capital merupakan perusahaan jaringan hotel SKYE Suites Green Square dan memiliki 50% saham dari Crown Group.
"Saya melihat saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan kebijakan strategis perusahaan mengingat potensi pasar properti Australia khususnya di Sydney,” kata Iwan Sunito, pemilik One Globe Capital, dalam keterangannya, Kamis (28/9/2023).
Lihat Juga :