Menko PMK: Generasi Muda Harus Dibangun Sedini Mungkin

Jum'at, 29 September 2023 - 17:53 WIB
loading...
Menko PMK: Generasi...
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menghimbau kepada masyarakat akan pentingnya dalam melestarikan lingkungan sekitar. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ( Menko PMK ), Muhadjir Effendy menghimbau kepada masyarakat akan pentingnya dalam melestarikan lingkungan sekitar. Hal ini disampaikan saat memberikan sambutan Aksi Nyata Revolusi Mental Bersih Gunung Gede Pangrango, Selasa (19/9/2023).

"Saya mohon jangan lagi ada pendaki atau pengunjung yang pergi meninggalkan sampah, bawalah sampah turun dan tinggalkan kenangan berkesan di tempat yang indah ini," ujarnya.

Baca Juga: Menko PMK Dorong Percepatan Program Prioritas Bidang Pembangunan Manusia di Papua Tengah

Namun, menurut Menko Muhadjir semuanya harus dilakukan secara seimbang. Upaya pelestarian lingkungan, pengembangan olahraga petualangan mendaki gunung, pengembangan gunung sebagai destinasi wisata, harus dilakukan secara sinergis dalam satu kesatuan yang utuh, dalam kerangka besar pembangunan berkelanjutan.

"Oleh karena itu, manusianya harus disiapkan, generasi muda nya harus dibangun sedini mungkin bahkan sejak dari kandungan, usia sekolah, hingga usia produktif," imbuhnya seraya memberikan apresiasi kepada seluruh peserta Aksi Nyata Revolusi Mental Bersih Gunung Gede Pangrango yang sebagian besar adalah anak muda usia produktif.

Ditambahkan Menko Muhadjir, perlibatan anak muda juga sekaligus dapat menjadi instrumen amplifikasi yang efektif untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan, sehingga dampak yang kita lakukan hari ini dapat memberikan momentum yang kuat hingga bertahan di kemudian hari.

"Saya sangat kagum dengan geliat dan ketangkasan anak-anak muda yang tergabung didalam berbagai komunitas yang sekarang ini ramai-ramai datang ke taman nasional untuk melakukan Aksi Nyata Revolusi Mental yaitu bersih-bersih taman nasional ini," ucapnya.

Baca Juga: Menko PMK Beberkan 3 Isu Besar Pembangunan SDM di 2023

Gerakan bersih gunung ini juga sebagai implementasi dari salah satu Gerakan Nasional Revolusi Mental, yaitu Gerakan Indonesia Bersih. Kegiatan Aksi Nyata Bersih Gunung ini juga sangat strategis untuk menanamkan nilai-nilai utama Gerakan Nasional Revolusi Mental, yaitu Etos Kerja, Gotong Royong, dan Integritas.

"Saya berpandangan bahwa, dengan banyaknya anak muda yang terlibat dari berbagai komunitas, maka Gerakan Nasional Revolusi Mental akan lebih mampu menggerakan masyarakat lebih luas lagi untuk berubah menjadi lebih baik, dari pola pikir hingga tindakan sehari-hari," pungkasnya.

Ia berharap aksi kolaborasi ini akan berkelanjutan dan memberikan dampak signifikan pada upaya pelestarian ekosistem taman nasional seperti gunung. Persoalan sampah di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) tidak dapat diremehkan demi kelestarian TNGGP sebagai salah satu menara air yang menjadi penopang kehidupan kota-kota besar di sekitarnya.

Menko Muhadjir juga melelang jam tangan kesayangannya dimana uang hasil lelangnya nanti disumbangkan kepada pengelola Taman Nasional Gunung Gede Pangrango sebagai bentuk dukungannya dalam membantu melestarikan lingkungan Taman Nasional tersebut.

Berbagai kegiatan bersih gunung seperti yang dilakukan Trashbag Community dengan menurunkan sampah secara berkala tidaklah cukup. Kerja sama berbagai pihak diperlukan untuk meningkatkan kesadaran pendaki dan masyarakat umum lainnya untuk menjadikan #GunungBukanTempatSampah

Aksi nyata Revolusi Mental Gerakan Bersih Gunung Gede Pangrango dilaksanakan dengan kolaborasi Kementerian/Lembaga/Organisasi secara lintas sektor & pentahelix. Diharapkan dapat mewujudkan Gunung Gede Pangrango yang bersih dan lestari, sekaligus membangun kesadaran bagi masyarakat sekitar, pendaki, wisatawan, dan mayarakat luas secara umum untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian alam Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Kegiatan pendakian dan bersih sampah dilangsungkan dari tanggal 17 September sampai 19 September 2023 dengan tiga titik jalur pendakian. Jalur pertama berangkat 17 september dengan titik pusat pemungutan sampah di Surya Kencana. Jalur kedua berangkat 18 September dengan titik pusat di Kandang Badak. Sementara jalur ketiga akan melaksanakan kegiatan bersih gunung di air terjun Cibereum.

Sebagai informasi jumlah sampah yang terkumpul yakni Rute Pertama Gunung Putri - Suryakencana sebanyak 220 kg, Rute Kedua Cibodas - Kandang Badak sebanyak 201,5 kg, dan Rute Ketiga Cibodas - Air Terjun sebanyak 61 kg. Adapun jenis sampahnya terdiri dari kemasan botol/plastik minuman, kemasan makanan ringan, kantong plastik sekali pakai, bungkus rokok, kemasan permen, dan Tali pengikat kemasan (tali rapiah/plastik).

Aksi ini diikuti sebanyak 186 peserta dimana sebagian besarnya adalah para pendaki yang serius ingin berperan dalam menyelesaikan persoalan sampah.Beberapa pihak yang berperan dalam aksi ini antara lain dari Kemenko PMK, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

Kegiatan tersebut juga turut berpartisipasi Dinas Lingkungan Hidup Pemda jawa Barat, Pemerintah Kabupaten Cianjur, Kepolisian Resor Cianjur, Program Studi Olahraga Rekreasi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Trashbag Community, World Cleanup Day Indonesia, Mapala Univesitas Indonesia (UI) dan Mapala UNJ, serta dari dunia usaha Arei Outdoor Gear.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Sederet Tantangan Generasi...
Sederet Tantangan Generasi Muda Masuk Dunia Kerja, Apa Saja?
PLN EPI Tanam 2.500...
PLN EPI Tanam 2.500 Cemara Udang untuk Lindungi Pesisir Lombok
Implementasi ESG, PLN...
Implementasi ESG, PLN EPI Bersihkan Sampah dan Lepas Ribuan Ikan di Ciliwung
BSI Buka Akses Investasi...
BSI Buka Akses Investasi Reksa Dana untuk Generasi Muda
Earth Hour 2026, BCA...
Earth Hour 2026, BCA Padamkan Lampu dan Peralatan Elektronik Non-Esensial
Hari Lingkungan Hidup...
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, UMJ Tanam 3.650 Bibit Pohon di Ciputat
Ratusan Pelajar di Jaktim...
Ratusan Pelajar di Jaktim Ikuti Pelatihan Penguatan Karakter dan Kepemimpinan Inovatif
Keberhasilan Memanfaatkan...
Keberhasilan Memanfaatkan Bonus Demografi Bergantung pada Kualitas Generasi Muda
Rekomendasi
GoPro Sekarat: Dari...
GoPro Sekarat: Dari Bintang Wall Street Rp198 Triliun Jadi Saham Receh
Tembus 40 Juta Views,...
Tembus 40 Juta Views, Adu Mekanik Sound Jadi Konten Paling Berkesan bagi Yongshun
4 Teknologi Mutakhir...
4 Teknologi Mutakhir di Piala Dunia 2026, Pesepak Bola Akan Jadi Avatar
Berita Terkini
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Infografis
Profil Gatot Nurmantyo,...
Profil Gatot Nurmantyo, Mantan Panglima TNI yang Masuk Bursa Menko Polkam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved