Konflik Hamas vs Israel Hancurkan Mata Uang Yahudi
Senin, 09 Oktober 2023 - 14:03 WIB
loading...
Mata uang Israel jatuh gara-gara berperang dengan pejuang Hamas. Foto/Reuters
A
A
A
JAKARTA - Konflik antara pejuang Hamas dengan Israel tak hanya menimbulkan kerusakan fisik. Tapi juga merontokkan mata uang negara Yahudi itu.
Baca juga: Israel Gempur Gaza, 450 Tewas, 2 Masjid Dibom
Shekel, mata uang Israel, jatuh ke level terendah dalam delapan tahun terakhir terhadap dolar Amerika Serikat. Mengutip Reuters, pasangan mata uang shekel dan dolar AS tidak terlalu aktif selama jam kerja Asia. Shekel terakhir turun lebih dari 3% terhadap dolar di 3,95.
Di sisi lain, konflik itu juga dinilai akan mendorong pembelian aset-aset, seperti emas dan dolar. Pengalihan itu guna menjaga aset-aset dari dampak gejolak internasional.
"Ini adalah contoh bagus mengapa masyarakat membutuhkan emas dalam portofolio mereka. Ini adalah lindung nilai yang sempurna terhadap gejolak internasional," kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities, kepada Reuters.
Dia juga memperkirakan dolar akan mendapat keuntungan dari situasi yang ada. “Setiap kali terjadi gejolak internasional, dolar menguat,” kata Cardillo.
Konflik itu juga akan mengerek harga minya dunia. Para analis fokus terhadap harga energi ketika mereka mencoba menilai dampak riaknya. Harga minyak melonjak lebih dari USD4 per barel di awal perdagangan Asia hari ini.
Baca juga: Kisah Kiai Taptojani, Ulama Sepuh di Balik Perjuangan Pangeran Diponegoro
“Apakah ini merupakan momen pasar yang besar atau tidak, tergantung pada berapa lama konflik berlangsung dan apakah pihak lain ikut terseret ke dalam konflik tersebut,” kata Brian Jacobsen, kepala ekonom di Annex Wealth Management.
Baca juga: Israel Gempur Gaza, 450 Tewas, 2 Masjid Dibom
Shekel, mata uang Israel, jatuh ke level terendah dalam delapan tahun terakhir terhadap dolar Amerika Serikat. Mengutip Reuters, pasangan mata uang shekel dan dolar AS tidak terlalu aktif selama jam kerja Asia. Shekel terakhir turun lebih dari 3% terhadap dolar di 3,95.
Di sisi lain, konflik itu juga dinilai akan mendorong pembelian aset-aset, seperti emas dan dolar. Pengalihan itu guna menjaga aset-aset dari dampak gejolak internasional.
"Ini adalah contoh bagus mengapa masyarakat membutuhkan emas dalam portofolio mereka. Ini adalah lindung nilai yang sempurna terhadap gejolak internasional," kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities, kepada Reuters.
Dia juga memperkirakan dolar akan mendapat keuntungan dari situasi yang ada. “Setiap kali terjadi gejolak internasional, dolar menguat,” kata Cardillo.
Konflik itu juga akan mengerek harga minya dunia. Para analis fokus terhadap harga energi ketika mereka mencoba menilai dampak riaknya. Harga minyak melonjak lebih dari USD4 per barel di awal perdagangan Asia hari ini.
Baca juga: Kisah Kiai Taptojani, Ulama Sepuh di Balik Perjuangan Pangeran Diponegoro
“Apakah ini merupakan momen pasar yang besar atau tidak, tergantung pada berapa lama konflik berlangsung dan apakah pihak lain ikut terseret ke dalam konflik tersebut,” kata Brian Jacobsen, kepala ekonom di Annex Wealth Management.
(uka)
Lihat Juga :