Perang Hamas vs Israel Untungkan Dolar AS, Investor Ramai-ramai Borong Emas
Senin, 09 Oktober 2023 - 19:54 WIB
loading...
A
A
A
Pasar telah bereaksi dalam beberapa minggu terakhir terhadap ekspektasi bahwa suku bunga AS akan tetap lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama. Imbal hasil obligasi telah melonjak sementara dolar AS telah mengalami kenaikan beruntun.
Sementara, saham-saham mengalami penurunan tajam pada kuartal ketiga namun stabil pada minggu lalu. "Tampaknya Wall Street memiliki risiko geopolitik baru setelah Israel menyatakan perang dengan Hamas," kata Edward Moya, analis pasar senior di Oanda di New York.
Para analis berfokus dampaknya pada harga-harga energi ketika mereka mencoba untuk menilai efek-efek riak. Harga minyak melonjak lebih dari USD4 per barel di awal perdagangan Asia pada hari Senin.
"Apakah ini adalah momen pasar yang besar atau tidak, tergantung pada berapa lama hal ini berlangsung dan apakah pihak-pihak lain ikut terseret ke dalam konflik," ujar Brian Jacobsen, kepala ekonom di Annex Wealth Management.
Serangan Hamas secara terbuka dipuji oleh Iran dan Hizbullah, sekutu Iran di Lebanon.
Sementara, saham-saham mengalami penurunan tajam pada kuartal ketiga namun stabil pada minggu lalu. "Tampaknya Wall Street memiliki risiko geopolitik baru setelah Israel menyatakan perang dengan Hamas," kata Edward Moya, analis pasar senior di Oanda di New York.
Para analis berfokus dampaknya pada harga-harga energi ketika mereka mencoba untuk menilai efek-efek riak. Harga minyak melonjak lebih dari USD4 per barel di awal perdagangan Asia pada hari Senin.
"Apakah ini adalah momen pasar yang besar atau tidak, tergantung pada berapa lama hal ini berlangsung dan apakah pihak-pihak lain ikut terseret ke dalam konflik," ujar Brian Jacobsen, kepala ekonom di Annex Wealth Management.
Serangan Hamas secara terbuka dipuji oleh Iran dan Hizbullah, sekutu Iran di Lebanon.
Lihat Juga :