Petani dan Penyuluh Kostratani Jember Diajari Cara Mengendalikan Hama
Selasa, 04 Agustus 2020 - 12:05 WIB
loading...
A
A
A
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, penyuluh harus cerdas. bila penyuluh pertaniannya cerdas, dapat dipastikan para petaninya juga cerdas.
“Dengan kompetensi penyuluh yang mumpuni menguasai pengetahuan hulu sampai hilir dengan baik maka petaninya juga akan menerapkan budidaya, penanganan pasca panen dan pemasaran yang baik pula,” katanya, Selasa (4/8/2020).
Menteri Pertanian juga mengatakan sektor pertanian tergolong sektor yang tangguh, terbukti kondisi pangan kita cukup survive. Ini tentunya peran para penyuluh dan petani yang terus bekerja tidak pernah berhenti mski pandemic Covid-19 belum berakhir.
Sedangkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, berharap dengan CSA hama wereng bisa dikendalikan. “Dengan teknologi pertanian cerdas iklim atau CSA, kia berharap hama bisa terkendali dengan baik. Dan dengan CSA produksi bisa meningkat dan namun alam tetap terjaga dengan baik,” tutur Dedi.
Bersadarkan Undang Undang Nomor 12/1992, dan Peraturan Pemerintah Nomor 6/1995, pelaksanaan pengendalian hama dilakukan dengan menerapkan konsep pengendalian hama terpadu (PHT) dengan menggunakan pestisida hayati yang pada dasarnya adalah pemanfaatan agens hayati untuk mengendalikan kepadatan populasi OPT yang merugikan.
Meningkatnya populasi OPT mengakibatkan kerugian petani yang disebabkan kondisi lingkungan yang kurang memberi kesempatan bagi agens hayati untuk menjalankan fungsi alaminya. Prinsip PHT adalah cara pendekatan pengendalian organisme pengganggu tanaman ( OPT ) yang didasarkan pada pertimbangan ekologi dan ekonomi melalui pengelolaan agro-ekosistem yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
“Dengan kompetensi penyuluh yang mumpuni menguasai pengetahuan hulu sampai hilir dengan baik maka petaninya juga akan menerapkan budidaya, penanganan pasca panen dan pemasaran yang baik pula,” katanya, Selasa (4/8/2020).
Menteri Pertanian juga mengatakan sektor pertanian tergolong sektor yang tangguh, terbukti kondisi pangan kita cukup survive. Ini tentunya peran para penyuluh dan petani yang terus bekerja tidak pernah berhenti mski pandemic Covid-19 belum berakhir.
Sedangkan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, berharap dengan CSA hama wereng bisa dikendalikan. “Dengan teknologi pertanian cerdas iklim atau CSA, kia berharap hama bisa terkendali dengan baik. Dan dengan CSA produksi bisa meningkat dan namun alam tetap terjaga dengan baik,” tutur Dedi.
Bersadarkan Undang Undang Nomor 12/1992, dan Peraturan Pemerintah Nomor 6/1995, pelaksanaan pengendalian hama dilakukan dengan menerapkan konsep pengendalian hama terpadu (PHT) dengan menggunakan pestisida hayati yang pada dasarnya adalah pemanfaatan agens hayati untuk mengendalikan kepadatan populasi OPT yang merugikan.
Meningkatnya populasi OPT mengakibatkan kerugian petani yang disebabkan kondisi lingkungan yang kurang memberi kesempatan bagi agens hayati untuk menjalankan fungsi alaminya. Prinsip PHT adalah cara pendekatan pengendalian organisme pengganggu tanaman ( OPT ) yang didasarkan pada pertimbangan ekologi dan ekonomi melalui pengelolaan agro-ekosistem yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
Lihat Juga :