Harga Beras di Jepang Naik 90%, Bagaimana di Indonesia?
Sabtu, 01 Maret 2025 - 08:36 WIB
loading...
Potensi krisis beras global memicu kekhawatiran, termasuk di Indonesia sebagai salah satu negara konsumen beras terbesar. FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Harga beras di Jepang mengalami kenaikan hingga 90% dalam lima bulan terakhir, di mana harga beras di Negeri Sakura itu saat ini mencapai 3.892 yen atau sekira Rp86.156/kilogram (kg). Lonjakan harga ini dipicu oleh pelemahan nilai tukar yen serta dampak cuaca ekstrem yang telah melanda dalam beberapa tahun terakhir.
Kenaikan harga yang fantastis ini menambah kekhawatiran akan potensi krisis beras global, termasuk di Indonesia. Menanggapi kekhawatiran tersebut, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian (Kementan) M Arief Cahyono menegaskan bahwa harga beras di Indonesia dipastikan dalam kondisi aman. Indonesia, kata dia, terus menjaga stabilitas pasokan dan harga beras.
Baca Juga: Harga Pangan Makin Mahal Jelang Ramadan: Cabai, Minyak dan Beras Meroket
Saat ini, jelas dia, cadangan beras pemerintah (CBP) tercatat mencapai 2 juta ton dan diperkirakan akan terus bertambah seiring panen raya yang berlangsung di berbagai daerah. Sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan, Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan swasembada pangan sebagai salah satu prioritas nasional.
"Pemerintah terus memastikan ketersediaan beras nasional tetap aman, terutama di tengah berbagai tantangan global seperti perubahan iklim. Kami terus mendorong peningkatan produksi dalam negeri guna menjaga ketahanan pangan nasional," ungkap Arief, dikutip Sabtu (1/3/2025).
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman pun telah mewaspadai potensi krisis pangan global sejak lama. Berbagai strategi terus dijalankan untuk meningkatkan kapasitas produksi beras nasional, baik melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi pertanian.
Baca Juga: Bertengkar di Depan Media, Trump: Zelensky Belum Siap untuk Perdamaian
Kenaikan harga yang fantastis ini menambah kekhawatiran akan potensi krisis beras global, termasuk di Indonesia. Menanggapi kekhawatiran tersebut, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian (Kementan) M Arief Cahyono menegaskan bahwa harga beras di Indonesia dipastikan dalam kondisi aman. Indonesia, kata dia, terus menjaga stabilitas pasokan dan harga beras.
Baca Juga: Harga Pangan Makin Mahal Jelang Ramadan: Cabai, Minyak dan Beras Meroket
Saat ini, jelas dia, cadangan beras pemerintah (CBP) tercatat mencapai 2 juta ton dan diperkirakan akan terus bertambah seiring panen raya yang berlangsung di berbagai daerah. Sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan, Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan swasembada pangan sebagai salah satu prioritas nasional.
"Pemerintah terus memastikan ketersediaan beras nasional tetap aman, terutama di tengah berbagai tantangan global seperti perubahan iklim. Kami terus mendorong peningkatan produksi dalam negeri guna menjaga ketahanan pangan nasional," ungkap Arief, dikutip Sabtu (1/3/2025).
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman pun telah mewaspadai potensi krisis pangan global sejak lama. Berbagai strategi terus dijalankan untuk meningkatkan kapasitas produksi beras nasional, baik melalui intensifikasi maupun ekstensifikasi pertanian.
Baca Juga: Bertengkar di Depan Media, Trump: Zelensky Belum Siap untuk Perdamaian
Lihat Juga :