Harga Minyak Jatuh, Investor Pertimbangkan Eskalasi Konflik Timur Tengah

Rabu, 11 Oktober 2023 - 20:52 WIB
loading...
Harga Minyak Jatuh,...
Harga minyak turun akibat kekhawatiran terjadi gangguan suplai akibat konflik Timur Tengah. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Harga minyak mentah turun akibat kekhawatiran terjadi gangguan suplai akibat konflik di Timur Tengah. Minyak mentah Brent terakhir turun 51 sen, atau 0,58%, menjadi USD87,14 per barel pada Rabu (11/10). Minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) turun 60 sen atau 0,70% menjadi USD85,37.

Brent dan WTI telah melonjak lebih dari USD3,50 pada Senin (9/10), di tengah kekhawatiran bentrokan militer antara Israel dan Hamas dapat meningkat menjadi konflik yang lebih luas akan tetapi menetap sedikit lebih rendah pada Selasa (10/10).

"Baik WTI maupun Brent melemah kemarin karena kekhawatiran akan gangguan pasokan yang tiba-tiba dan tak terduga telah dikesampingkan untuk saat ini," ujar analis PVM, Tamas Varga, dikutip CNBC International, Rabu (11/10/2023).

Baca Juga: Harga Minyak Bergejolak Imbas Perang Israel-Hamas, Akankah BBM Ikut Naik?

Namun, perusahaan perdagangan Swiss Mercuria melihat harga minyak mencapai USD100 per barel jika situasi di Timur Tengah meningkat lebih lanjut. Hal itu disampaikan Wakil CEO Swiss Mercuria Magid Shenouda.

Israel memproduksi sangat sedikit minyak mentah dan memiliki kapasitas kilang sekitar 297.000 barel per hari. Meski demikian pasar khawatir bahwa konflik dapat meluas dan mengganggu pasokan Timur Tengah yang lebih luas, sehingga memperburuk defisit yang diperkirakan akan terjadi sepanjang tahun ini.

Arab Saudi mengatakan bahwa mereka bekerja sama dengan mitra-mitra regional dan internasional untuk mencegah eskalasi situasi di Gaza dan daerah-daerah sekitarnya, dan menegaskan kembali bahwa mereka mendukung upaya-upaya untuk menstabilkan pasar-pasar minyak.

Rusia dan Arab Saudi bertemu di Moskow pada hari Rabu, di mana pasar minyak dan kolaborasi OPEC+ dibahas. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa sulit untuk melebih-lebihkan koordinasi Rusia dengan Arab Saudi dan mitra-mitra lain di pasar minyak.

Baca Juga: Tegas! PBB Sebut Pengepungan Total Jalur Gaza Langgar Hukum Internasional

Di tempat lain, para investor akan menantikan rilis risalah rapat kebijakan Federal Reserve AS bulan September yang akan dirilis pada hari Rabu untuk mendapatkan petunjuk mengenai keputusan kebijakan suku bunga di masa depan.

Beberapa pejabat Fed dalam beberapa hari terakhir telah menyarankan bahwa bank sentral AS tidak perlu menaikkan biaya pinjaman lebih lanjut. Menteri Keuangan AS Janet Yellen memperkirakan ekonomi AS melambat meskipun ada kekhawatiran tambahan yang ditimbulkan oleh situasi di Israel.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Pasokan Teluk Pulih,...
Pasokan Teluk Pulih, Harga Minyak Mentah Brent Turun ke Level Terendah dalam Empat Bulan
Harga LNG Naik Turun...
Harga LNG Naik Turun Mengacu Harga Minyak Dunia
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Harga Minyak Global Kembali Melonjak
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Rekomendasi
Giorgio Antonio Minta...
Giorgio Antonio Minta Netizen Berhenti Hujat Sarwendah
Roy Suryo Siapkan Rekaman...
Roy Suryo Siapkan Rekaman Video Penangkapannya sebagai Bukti Praperadilan
Korea Selatan Izinkan...
Korea Selatan Izinkan Robot AI Otonom untuk Memeriksa Pesawat Terbang
Berita Terkini
DEPO Tebar Dividen Rp10,2...
DEPO Tebar Dividen Rp10,2 Miliar, Fokus Perluas Ekspansi Bisnis
Dana Pemerintah Rp281...
Dana Pemerintah Rp281 Triliun Dijamin Parkir di Bank BUMN hingga Desember 2026
Sah! Berikut Jajaran...
Sah! Berikut Jajaran Direksi Bursa Efek Indonesia Periode 2026-2030
IHSG Berakhir Jatuh...
IHSG Berakhir Jatuh Makin Dalam Sentuh 5.820, Transaksi Cetak Rp8,7 Triliun
Seskab Teddy Beberkan...
Seskab Teddy Beberkan Keberhasilan Program Magang Nasional: 30% Peserta Langsung Kerja
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Ekspor 10.000 Ton Beras ke Singapura
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved