Fenomena Beras Sintetis Menyeruak, Plt. Mentan Gercep Lakukan Investigasi
Kamis, 12 Oktober 2023 - 14:04 WIB
loading...
Isu beras sintetis menyeruak di tengah mahalnya harga beras. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Plt. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi menyoroti fenomena beras sintetis di Bukit Tinggi, Sumatra Barat. Gara-gara beras buatan itu dikabarkan salah seorang warga mengaku sakit usai mengonsumsinya.
Baca juga: Gelontorkan 7 Ribu Ton Beras ke Pasar Cipinang, Plt. Mentan: Harga Turun Rp1.000
Arief mengatakan bahwa isu beras sintetis rentan diembuskan di tengah upaya serius pemerintah melakukan stabilisasi pasokan dan harga beras dengan menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM), bantuan pangan beras, dan operasi pasar Bulog.
"Sekarang kalau ada beras sintetis, Satgas Pangan harus melakukan investigasi dan jika memang terbukti bersalah, perlu diproses secara hukum, sehingga masyarakat tenang dan mendapat kejelasan mengenai masalah ini,” ujar Arief dikutip Kamis (12/10/2023).
Selain melakukan tindakan pengujian ilmiah terhadap sampel beras melalui Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP) di bawah Badan Pangan Nasional, Arief juga meminta Satgas Pangan untuk melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pihak-pihak yang terbukti menyebarkan berita hoaks mengenai beras sintetis.
Arief juga mengimbau seluruh masyarakat agar lebih cermat memilih produk pangan yang aman, dan membaca label serta tidak mudah terprovokasi dengan isu keamanan pangan yang belum pasti kebenarannya.
Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional Andriko Noto Susanto menambahkan, diperlukan pengujian investigasi melalui uji laboratorium terkait adanya dugaan beras berbahan plastik atau beras sintetis yang dikonsumsi masyarakat di Sumatra Barat.
Baca juga: Gelontorkan 7 Ribu Ton Beras ke Pasar Cipinang, Plt. Mentan: Harga Turun Rp1.000
Arief mengatakan bahwa isu beras sintetis rentan diembuskan di tengah upaya serius pemerintah melakukan stabilisasi pasokan dan harga beras dengan menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM), bantuan pangan beras, dan operasi pasar Bulog.
"Sekarang kalau ada beras sintetis, Satgas Pangan harus melakukan investigasi dan jika memang terbukti bersalah, perlu diproses secara hukum, sehingga masyarakat tenang dan mendapat kejelasan mengenai masalah ini,” ujar Arief dikutip Kamis (12/10/2023).
Selain melakukan tindakan pengujian ilmiah terhadap sampel beras melalui Otoritas Kompeten Keamanan Pangan (OKKP) di bawah Badan Pangan Nasional, Arief juga meminta Satgas Pangan untuk melakukan pengawasan dan penindakan terhadap pihak-pihak yang terbukti menyebarkan berita hoaks mengenai beras sintetis.
Arief juga mengimbau seluruh masyarakat agar lebih cermat memilih produk pangan yang aman, dan membaca label serta tidak mudah terprovokasi dengan isu keamanan pangan yang belum pasti kebenarannya.
Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional Andriko Noto Susanto menambahkan, diperlukan pengujian investigasi melalui uji laboratorium terkait adanya dugaan beras berbahan plastik atau beras sintetis yang dikonsumsi masyarakat di Sumatra Barat.
Lihat Juga :