Bukti Konkret, Lapak Ganjar Efektif Jadi Tempat Promosi UMKM Era Digital
Minggu, 15 Oktober 2023 - 17:56 WIB
loading...
A
A
A
Pemilik Setyo Handmade Boyolali, Kristanti Nareswari, mendapat manfaat dari dukungan promosi Lapak Ganjar. Kesadaran masyarakat terhadap kerajinan limbah kertas koran karyanya semakin meningkat sejak dibagikan di media sosial Ganjar Pranowo. Bukan hanya masyarakat Jawa Tengah, tapi juga dari luar daerah, bahkan luar Pulau Jawa.
Hasilnya, pesanan barang daur ulang meningkat tajam. Bahkan, Kristanti dan suaminya harus rela bekerja ekstra karena padatnya pesanan. "Sempat harus ngelembur sampai jam 2 (dini hari). Kadang ngecat malam. Jadi, siangnya kita tinggal pengeringan," ujar Kristanti saat ditemui di rumah sekaligus tempat kerajinannya di Perumahan Miraijati 3, RT 3, RW 7, Desa Ledok, Mojorejo, Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali pada April 2020.
Kristanti juga menyebutkan rata-rata penjualan terjadi pada satu bulan sebelum bergabung dengan Lapak Ganjar. Setiap hari, hanya sepuluh tas yang terjual. Meski demikian, penjualan tas berbahan kertas koran bekas meningkat menjadi 15-20 per hari setelah produk tersebut diiklankan melalui Lapak Ganjar.
Kertas koran diolah oleh Setyo Handmade menjadi kerajinan tangan antara lain tatakan gelas, wadah tisu, keranjang pensil, gantungan kunci, kalung, tas, dan lain-lain. Setiap produk adalah buatan tangan. diawali dengan penggulungan dan dilanjutkan pengolahan hingga tercipta kerajinan unik. Karena terbuat dari kertas bekas dan ramah lingkungan, ia menilai produknya disukai masyarakat.
Salah satu keuntungan menggunakan Lapak Ganjar untuk promosi adalah kemudahannya. Karena promosi kios digital yang tidak konsisten dan kurangnya pengetahuan teknologi menjadi hambatan umum bagi bisnis UMKM. Penguasaan teknologi dan perangkatnya erat kaitannya dengan ketidakterdidikkan teknologi, yang kadang disebut buta teknologi.
Hasilnya, pesanan barang daur ulang meningkat tajam. Bahkan, Kristanti dan suaminya harus rela bekerja ekstra karena padatnya pesanan. "Sempat harus ngelembur sampai jam 2 (dini hari). Kadang ngecat malam. Jadi, siangnya kita tinggal pengeringan," ujar Kristanti saat ditemui di rumah sekaligus tempat kerajinannya di Perumahan Miraijati 3, RT 3, RW 7, Desa Ledok, Mojorejo, Sawahan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali pada April 2020.
Kristanti juga menyebutkan rata-rata penjualan terjadi pada satu bulan sebelum bergabung dengan Lapak Ganjar. Setiap hari, hanya sepuluh tas yang terjual. Meski demikian, penjualan tas berbahan kertas koran bekas meningkat menjadi 15-20 per hari setelah produk tersebut diiklankan melalui Lapak Ganjar.
Kertas koran diolah oleh Setyo Handmade menjadi kerajinan tangan antara lain tatakan gelas, wadah tisu, keranjang pensil, gantungan kunci, kalung, tas, dan lain-lain. Setiap produk adalah buatan tangan. diawali dengan penggulungan dan dilanjutkan pengolahan hingga tercipta kerajinan unik. Karena terbuat dari kertas bekas dan ramah lingkungan, ia menilai produknya disukai masyarakat.
Salah satu keuntungan menggunakan Lapak Ganjar untuk promosi adalah kemudahannya. Karena promosi kios digital yang tidak konsisten dan kurangnya pengetahuan teknologi menjadi hambatan umum bagi bisnis UMKM. Penguasaan teknologi dan perangkatnya erat kaitannya dengan ketidakterdidikkan teknologi, yang kadang disebut buta teknologi.
Lihat Juga :