Dana Haji ke Infrastruktur, Jokowi Harus Bicara ke Rakyat

Sabtu, 05 Agustus 2017 - 12:10 WIB
Dana Haji ke Infrastruktur,...
Dana Haji ke Infrastruktur, Jokowi Harus Bicara ke Rakyat
A A A
JAKARTA - Kontroversi penggunaan dana haji ke sektor infrastruktur menurut Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik J Rachbini harus diluruskan. Pasalnya Ia menilai apa yang menurut ekonomi Indonesia baik, belum tentu bagi masyarakat muslim.

(Baca Juga: Dana Haji ke Infrastruktur, Menko Darmin Pede Untung 12% )

Peran Presiden Joko Widodo (Jokowi), ungkap dia, menjadi sangat penting sebagai komunikator ke masyarakat dalam pengelolaan dana haji untuk infrastruktur tersebut. Jangan sampai ada sentimen negatif sehingga menimbulkan presiden tidak lagi dipercayai oleh rakyatnya.

"Jadi kalau dipakai infrastruktur itu sangat baik, tetapi ada sentimen negatif pasti. Maka harus dikomunikasikan apa yang menjadi koreksi. Presiden Jokowi di sini harus meluruskan dengan berkomunikasi kepada rakyatnya. Harus dipisahkan antara kontroversi dan yang tidak," kata dia dalam diskusi di Gado-gado Boplo, Jakarta, Sabtu (5/8/2017)

Dia menyetujui bila dana haji digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Namun demikian, perlu adanya kejelasan, karena yang terbaik secara ekonomi dan umat Islam itu berbeda satu dengan yang lain.

"Kalau secara ekonomi, dana haji itu seperti orang punya bendungan, bendungan kalau tidak dipakai itu tidak bermanfaat, kalau dipakai irigasi dan lainnya itu bermanfaat. Sejatinya dana haji sudah dipakai oleh orang-orang lain lewat syariah, sudah berjalan kira 2 per tiga dipakai, seperti sukuk dan seterusnya," imbuhnya.

Dia menambahkan, jika sekarang ada ide presiden Jokowi untuk menggunakan dana haji untuk infrastruktur, sebenarnya tdak ada bedanya apa yang dipakai sekarang asal lewat syariah, itu akan berguna. Misalnya di Malaysia, itu bisa berguna.

"Tetapi mengapa ditantang umat Islam? Ya mungkin umat Islam sebagian tidak percaya kepada pemerintah, yang dianggap menyakiti hati umat, itu bukan urusan ekonomi, tetapi hubungan presiden kepada rakyat, terutama umat Islam. Itu harus diperbaiki kalau saran saya," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Selalu Nombok, Menko...
Selalu Nombok, Menko PMK Usul Kenaikan Biaya Haji
BPKH Siap Dukung Biaya...
BPKH Siap Dukung Biaya Haji 2023 Rp90,05 Juta, Jemaah Bayar Rp 49,8 Juta dan Rp40,2 Juta dari Nilai Manfaat
BPKH Usulkan Formulasi...
BPKH Usulkan Formulasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji yang Berkeadilan dan Berkelanjutan
Kemenag dan Komisi VIII...
Kemenag dan Komisi VIII DPR Sepakati Biaya Ibadah Haji Tahun Ini Rp39,8 juta Per Orang
BPKH dan Bank Muamalat...
BPKH dan Bank Muamalat Bersinergi dalam Pengembangan Layanan Haji dan Umrah
Jokowi Terbitkan Keppres...
Jokowi Terbitkan Keppres Haji, Ini Total BPIH dan Bipih 1443 Hijriah
Berita Terkini
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
10 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
37 menit yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
58 menit yang lalu
AREA Indonesia Siap...
AREA Indonesia Siap Perkuat Kolaborasi Dukung Program 3 Juta Rumah
1 jam yang lalu
EskaIasi Laut Merah...
EskaIasi Laut Merah Tekan Rupiah, Dolar AS Ditutup ke Rp17.936 Sore Ini
1 jam yang lalu
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Paramadina Pelajari Investasi Syariah Bersama MNC Sekuritas
1 jam yang lalu
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved