Stok Beras Menipis, Kepala Daerah Diminta Segera Lapor ke Bulog

Selasa, 17 Oktober 2023 - 09:04 WIB
loading...
Stok Beras Menipis,...
Kementan meminta kepala daerah lapor ke Bulog jika stok beras menipis. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi meminta setiap kepala daerah untuk segera melaporkan ke Badan Urusan Logistik (Bulog) jika ketersediaan beras mulai menipis di pasar. Hal itu bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di daerah.

"Penuhi pasar retail modern dan pasar tradisional. Jadi seluruh pimpinan daerah yang tidak memiliki beras baik di pasar tradisional maupun pasar modern silakan lapor ke Bulog terdekat," ujar Arief dalam acara Hari Pangan Sedunia di Kementerian Pertanian (Kementan), Senin (16/10/2023).

Baca Juga: Gelontorkan 7 Ribu Ton Beras ke Pasar Cipinang, Plt. Mentan: Harga Turun Rp1.000

Arief meminta ketersediaan beras tetap terjaga mengingat produksi pertanian sedang mengalami penurunan yang disebabkan el nino. Tidak hanya itu, harga juga harus terjangkau oleh masyarakat tidak boleh melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan.

"Kita sisir semuanya harus punya beras SPHP (Stabilisasi Pasokan Harga Pangan) dan dijual dengan harga eceran tertinggi seperti yang sudah disampaikan," jelasnya.

Lebih lanjut, Aref meminta agar beras untuk segera disalurkan dari induk Cipinang sebanyak 8-9 ribu ton. Hal itu bertujuan agar harga beras di pasar tidak mengalami lonjakan harga yang disebabkan oleh berkurangnya pasokan.

"Dikawal satgas pangan, tidak boleh ada 1 butir pun yang disalahgunakan. Saya sudah minta dari teman-teman satgas pangan, tentunya kawal ini sampai dengan konsumen," kata Arief.

Baca Juga: Gelontorkan 7 Ribu Ton Beras ke Pasar Cipinang, Plt. Mentan: Harga Turun Rp1.000

"Pertama 640 ribu ton beras ini harus terbagi habis dalam 3 bulan. Untuk 21,3 juta KPM. Ini tugas yang diberikan oleh pak Presiden kepada Badan Pangan Nasional bersama Bulog, tidak boleh main-main," pungkasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
Cadangan Beras RI Sentuh...
Cadangan Beras RI Sentuh Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Capai 5,37 Juta Ton
Krisis Bahan Baku Plastik,...
Krisis Bahan Baku Plastik, Pemerintah Jajaki Impor Kemasan dari Malaysia hingga Rusia
Stok Beras Indonesia...
Stok Beras Indonesia Nyaris 5 Juta Ton, Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah
Mentan Pamer Stok Beras...
Mentan Pamer Stok Beras RI 4,6 Juta Ton di Depan DPR: Ini Tertinggi Sepanjang Sejarah
Stok Beras Indonesia...
Stok Beras Indonesia Cetak Rekor Tembus 4,3 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Mengapa Harga Beras...
Mengapa Harga Beras Terus Merangkak Naik?
Potensi Gula Non-Tebu...
Potensi Gula Non-Tebu yang Dianaktirikan
Perkuat Akuntabilitas...
Perkuat Akuntabilitas Keuangan Daerah, BSKDN Libatkan Akademisi dalam Validasi IPKD
Rekomendasi
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Kang Cucun Santuni 1.448...
Kang Cucun Santuni 1.448 Anak Yatim di 12 Titik di Bandung dan Resmikan Rutilahu
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
Profil Nanik S Deyang,...
Profil Nanik S Deyang, Kepala BGN Pengganti Dadan Hindayana
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved