Innovating Jogja 2020 Tumbuhkan IKM Kerajinan dan Batik di Masa Pandemi

Rabu, 05 Agustus 2020 - 05:30 WIB
loading...
Innovating Jogja 2020...
Ilustrasi kegiatan membatik. Foto/Dok Kemenparekraf
A A A
JAKARTA - Kementerian Perindustrian melalui Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) di Yogyakarta kembali menggelar program Innovating Jogja 2020. Tujuannya, untuk Membangun Industri kecil menengah (IKM) kerajinan dan batik ditengah Pandemi Covid-19.

“Untuk memacu lahirnya industri baru di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) bersama BBKB selaku unit pelayanan teknis di bawah kami, kembali melaksanakan kegiatan Innovating Jogja,” kata Kepala BPPI Kemenperin, Doddy Rahadi di Jakarta, Selasa (4/8/2020).

Berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Perdagangan pada tahun 2019, jumlah IKM batik di wilayah Yogyakarta sebanyak 1.195 unit usaha dengan menyerap tenaga kerja hingga 5.771 orang.

Nilai produksi dari sektor IKM batik di Yogyakarta mencapai lebih dari Rp300 miliar. “Yogyakarta merupakan salah satu wilayah yang memilki ekosistem industri kerajinan dan batik yang cukup kuat,” ujar Doddy.

Doddy mengungkapkan, pihaknya melalui Balai-Balai Besar dan Baristand Industri yang tersebar di seluruh Indonesia terus mendorong lahirnya hasil-hasil litbang yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat dan pelaku industri. (Baca juga: Hampir 10 Ribu Santri Digembleng Jadi Wirausahawan )

"Misalnya, melalui kegiatan Inkubasi Innovating Jogja, para peserta dapat memanfaatkan fasilitas litbang dan layanan jasa yang dimiliki oleh BBKB serta pendampingan teknis dan manajemen usaha yang diberikan oleh para mentor," jelas Doddy.

Dalam program ini, ada beberapa tenant Innovating Jogja yang produknya meningkat di tengah Pandemi. Djadi Batik misalnya, memiliki usaha produksi batik dengan gaya Korea yang digemari generasi muda, yaitu pakaian batik dengan desain hanbok dengan kombinasi bahan plastik, sehingga bisa berfungsi sebagai hazmat yang cantik. (Baca juga: Louis Vuitton Merilis Koleksi Musim Panas dengan Rasa Batik )

Omzet Djadi Batik mengalami peningkatan sebesar 50% di masa pandemi. Kemudian ada juga, Ramundi yang memproduksi pakaian bayi dari bahan batik, juga mengalami peningkatan omset sebesar 70% dengan strategi packaging yang menarik dan pemasaran online.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rumah BUMN SIG Bantu...
Rumah BUMN SIG Bantu UMKM Batik Rembang Tembus Pasar Global
Wamenperin Jajaki Investasi...
Wamenperin Jajaki Investasi di Rusia, dari Nuklir hingga Industri Halal
Gempa Pacitan Guncang...
Gempa Pacitan Guncang Yogyakarta, 14 Kereta Api Berhenti Luar Biasa
Kemenperin Kukuhkan...
Kemenperin Kukuhkan Pengurus Aspadin, Industri AMDK Dongkrak Ekonomi Nasional
Lebaran 2026, Tol Prambanan-Purwomartani...
Lebaran 2026, Tol Prambanan-Purwomartani dan Ambarawa-Bawen Dibuka Fungsional
UMKM Binaan BRI, Kain...
UMKM Binaan BRI, Kain Indonesia by Shifara Hidupkan Nafas Wastra Nusantara Lewat Office Wear
Ribuan Penonton Final...
Ribuan Penonton Final PFL 2026 Ciptakan Peluang Ekonomi bagi Pengusaha Ultra Mikro
POCE JOBFAIR 2026 di...
POCE JOBFAIR 2026 di UPN Veteran Yogya Hadirkan Ribuan Peluang Karier
Karaton Ngayogyakarta...
Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat Perkuat Promosi Budaya dan Pariwisata Yogyakarta di Pasar Global
Rekomendasi
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved