Menteri Susi Target Kembalikan Hilangnya 115 Eksportir Ikan Nasional

Jum'at, 25 Agustus 2017 - 18:50 WIB
Menteri Susi Target...
Menteri Susi Target Kembalikan Hilangnya 115 Eksportir Ikan Nasional
A A A
JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan pihaknya masih punya pekerjaan rumah bagi induatri pengolahan ikan nasional untuk membuatnya kembali berjaya. Lebih lanjut Ia menerangkan akibat salah kelola hasil luat sepanjang periode 2003 hingga 2013, banyak pengusaha maupun budidaya tambak yang gulung tikar.

"Makanya, target saya mengembalikan 115 eksportir nasional yang hilang pada kurun antara tahun 2003-2013. Karena mereka pada bangkrut semuanya," ungkap Susi saat penandatanganan kerja sama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan Bank BRI maupun Bank BNI di Jakarta, Jumat (25/8/2017).

(Baca Juga: Susi Persilakan Jepang Investasi Besar-besaran di Sektor Perikanan )

Usaha tersebut, diakuinya mulai menunjukkan hasilnya. Bahkan, dia mengakui, bila sekarang mulai masuk pemain-pemain baru dimana di antaranya terdapat juga pemain lama atau pengusaha lama yang sudah merefitalitasi pabriknya yang sempat bangkrut. "Mudah-mudahan kita semua bisa jalan lagi. Sehingga, angka ekspor ikan kita bisa kembali ke angka USD4,6 miliar pertahunnya," katanya.

Apalagi, sambung Susi, nilai impor ikan nasional juga terus menurun tajam. Bahkan, sampai saat ini penurunan impor sampai 70%. Diambilnya sample, bila dulu impor ikan mencapai 300 sampai 400 ribu ton pertahun, berarti sekarang tinggal 100 ribu ton lebih sedikit.

Apalagi, sejak dua tahun lalu, wilayah-wilayah tangkapan ikan mulai tumbuh dan membaik. Ia mengambil contoh di Pangandaran, Jawa Barat, juga di Gorontalo info yang didapatnya saat ini nelayan semalam mendapat Rp30 juta. "Mungkin saat ini yang belum maksimal mendapatkan imbas dari jargon 'Tenggelamkan' hanya wilayah pantura. Makanya, nelayan pantura pada ngiri dengan nelayan wilayah lainnya," ungkap dia.

Meski begitu, Susi optimistis karena industri ikan mempunyai porsi bisnis yang sangat besar. Angka perikanan tangkap, nilai tukar nelayan naik 10% dan nilai usaha perikanan naik 20%. "Artinya yang bekerja menangkap ikan kesejahteraannya naik daripada dulu," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Segel Lahan Proyek...
KKP Segel Lahan Proyek Reklamasi di Batam
Menteri KKP Kasih Bocoran...
Menteri KKP Kasih Bocoran 3 Potensi Investasi ke Pelaku Usaha
KKP Workshop Penyuluh...
KKP Workshop Penyuluh Perikanan untuk Kembangkan Informasi
Disrupsi Data Perikanan
Disrupsi Data Perikanan
Kementerian Kelautan...
Kementerian Kelautan dan Perikanan Berhentikan Dirjen Perikanan Tangkap
Kadin Gelar Halalbihalal...
Kadin Gelar Halalbihalal dengan KKP, Bahas Tantangan Sektor Kelautan dan Perikanan
Berita Terkini
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
12 menit yang lalu
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
22 menit yang lalu
Danantara Pangkas Ribuan...
Danantara Pangkas Ribuan BUMN Jadi 200-300 Entitas, Langkah Rasional Selamatkan Aset Negara
24 menit yang lalu
Laba Bank Mandiri Naik...
Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026
42 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Lifting Perdana BBM B50, dari Kilang Kasim dan Plaju
1 jam yang lalu
IHSG Ditutup Melemah...
IHSG Ditutup Melemah ke 6.315, 309 Saham Berakhir di Zona Merah
1 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved