alexa snippet

Harga Minyak Turun Setelah AS Mengurangi Permintaan

Harga Minyak Turun Setelah AS Mengurangi Permintaan
Harga minyak turun setelah AS mengurangi permintaan. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
SINGAPURA - Harga minyak mentah turun pada Rabu (30/8/2017) karena Amerika Serikat mengurangi permintaan. Hal ini seiring dengan badai Harvey yang menyebabkan penghentian kilang minyak. Sehingga Negeri Paman Sam memutuskan memotong permintaan minyak mentah, bahan baku untuk industri perminyakan.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI) turun 9 sen menjadi USD46,35 per barel pada pukul 01:55 GMT. Dan harga minyak mentah Brent International turun 7 sen ke level USD51,93 per barel.

"Banjir yang parah akibat badai tropis Harvey mempengaruhi kapasitas kilang. Karena itu permintaan minyak mentah, dengan kilang terbesar di AS saat ini beroperasi pada kapasitas hanya 60 persen," kata Bank ANZ dalam sebuah catatan.

Kilang minyak mentah terbesar di Amerika Serikat yang dioperasikan oleh Motiva Enterprises, ditutup pada Selasa malam karena banjir dari Harvey di pabrik Port Arthur yang berkapasitas 603.000 barel per hari (bpd) di Texas. Mengantisipasi masalah banjir, Total juga memotong produksi menjadi 53% dari kapasitas di kilang Port Arthur 225.500 bpd.

Badai Harvey yang melanda pantai Teluk AS sejak Jumat lalu, telah membanjiri banyak kilang di Texas dan Louisiana, jantung industri perminyakan Amerika. Setidaknya 3,6 juta bpd kapasitas penyulingan sedang offline di Texas dan Louisiana, atau hampir 20% dari total kapasitas AS.

Meski harga minyak mentah turun, namun permintaan terhadap bensin yang meningkat, membuat harga bensin di negaranya Donald Trump naik ke level tertinggi lebih dari dua tahun, yaitu di USD1,84 per galon pada hari Rabu ini.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top