Masa Keemasan Gas Hampir Berakhir, Begini Ramalan IEA

Kamis, 26 Oktober 2023 - 15:25 WIB
loading...
Masa Keemasan Gas Hampir...
Permintaan global untuk gas alam diperkirakan akan mencapai puncaknya pada awal 2030, menurut World Energy Outlook 2023 yang dikeluarkan oleh Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Permintaan global untuk gas alam diperkirakan akan mencapai puncaknya pada awal 2030, menurut World Energy Outlook 2023 yang dikeluarkan oleh Badan Energi Internasional ( International Energy Agency/IEA ). Konsumsi gas di seluruh dunia secara tahunan mengalami peningkatan rata-rata hampir 2% sejak 2011.

Baca Juga: Permintaan Minyak Global Diramalkan Capai Puncaknya Dekade Ini

Namun pertumbuhan tersebut, diramalkan bakal melambat menjadi kurang dari 0,4% dari sekarang hingga akhir dekade ini. Proyeksi ini disampaikan oleh para ahli yang berbasis di Paris.

"Zaman keemasan gas hampir berakhir," kata prospek World Energy Outlook 2023.

Baca Juga: Musim Dingin Mendekat, Pasar Gas Alam Eropa Diramal Bergejolak

Menurut laporan itu juga, sektor listrik dan bangunan telah melihat puncak dalam penggunaan gas alam, dengan penambahan pembangkit listrik dan boiler pemanas ruang. Kedua sektor ini berada di antara konsumen gas alam terbesar, ketika masing-masing menyumbang 39% dan 21% dari total permintaan.

Titik tertinggi penambahan kapasitas tenaga gas alam terjadi pada tahun 2002, ketika melebihi 100 gigawatt (GW) dan merupakan sekitar 65% dari total penambahan kapasitas tahunan. Sementara itu menurut IEA, yang menandai penurunan kurang dari 30 GW, terjadi pada tahun 2022.

Namun, kapasitas terpasang tenaga gas alam secara global terus berkembang dari waktu ke waktu, meskipun ada perlambatan dalam penambahan tahunan. IEA menjelaskan, bahwa gas dalam hal ini berbeda dari batubara, di mana kapasitas terpasang berkurang di masa depan.

"Permintaan gas alam di sektor listrik tetap menurun hingga 2050, dengan penurunan yang sangat kuat pada 2030-an, ketika co-firing di pembangkit listrik berbahan bakar gas mulai dikerahkan dalam skala besar," tulis laporan itu.

Disamping itu IEA menyoroti bahwa pada negara maju, rebound permintaan gas alam yang terlihat pada tahun 2021 tidak berlangsung lama, dan menurun di bawah tingkat pra-pandemi di tahun berikutnya.

Menurut laporan itu, permintaan akan terus menurun dan pada tahun 2030, akan lebih dari mengimbangi pertumbuhan berkelanjutan di pasar negara berkembang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Industri dan Sektor Energi Perlu Dijaga Bersama
PGTC 2026 Perkenalkan...
PGTC 2026 Perkenalkan Bisnis Hilir Energi kepada Mahasiswa
Mahasiswa UGM Pelajari...
Mahasiswa UGM Pelajari Bisnis Hilir Migas di Pertamina Patra Niaga
Pertamina Patra Niaga-MEPS...
Pertamina Patra Niaga-MEPS Kerja Sama Perkuat Keandalan Operasional Kilang
Perkuat Ketahanan Energi,...
Perkuat Ketahanan Energi, PLN EPI Teken 4 Perjanjian Jual Beli Gas dan LNG di IPA Convex 2026
Proyek Fatty Acid Rp3,77...
Proyek Fatty Acid Rp3,77 Triliun di Bontang Ditawarkan ke Investor
Tokoh Madura: Masyarakat...
Tokoh Madura: Masyarakat Tak Boleh Jadi Penonton dalam Konversi LPG ke NGC
Selat Hormuz Pasca Ali...
Selat Hormuz Pasca Ali Khamenei dan Implikasinya ke Energi Migas Indonesia
ENRG Tegaskan Komitmen...
ENRG Tegaskan Komitmen Transparansi, Kinerja Investasi, dan Prospek Bisnis Berkelanjutan
Rekomendasi
ASN BPK Kenakan Rompi...
ASN BPK Kenakan Rompi Oranye KPK
Bogor Kian Gemilang!...
Bogor Kian Gemilang! Pemkab Bogor Sukses Pertahankan Opini WTP dari BPK RI
Kontroversi Piala Dunia...
Kontroversi Piala Dunia 2026 dan Sikap Santai Infantino: Kenapa Dulu Coret Indonesia?
Berita Terkini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Infografis
10 Film dan Acara TV...
10 Film dan Acara TV yang Meramalkan Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved