Grup MIND ID Kebut Proyek Smelter Alumina, Target Produksi Q4 Tahun Depan
Kamis, 02 November 2023 - 16:58 WIB
loading...
MIND ID atau Mining Industry Indonesia melalui anggota grupnya, mendorong pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID atau Mining Industry Indonesia melalui anggota grupnya, mendorong pembangunan Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Mempawah, Kalimantan Barat. Untuk diketahui, proyek ini dimiliki oleh PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) dan dikerjakan oleh Konsorsium China Alumunium International Engineering Co. Ltd., (Chalieco bersama dengan PT PP).
Baca Juga: Jokowi Setop Ekspor Bauksit, Menteri ESDM: Kalau Digugat Kita Gugat Balik
SGAR dimaksudkan menjadi penghubung rantai pasok antara mineral bijih bauksit di Kalimantan Barat dengan pabrik peleburan aluminium milik PT Inalum. Ke depan, SGAR akan memiliki kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun dengan estimasi bahan baku bauksit sebanyak 3,3 juta ton per tahun.
Adapun rencana proyek yang menghabiskan dana sebesar USD831 juta tersebut akan mulai memproduksi alumina pertamanya pada Q4 2024 dan full performance plant pada Q1 2025 mendatang. Dengan begitu, ke depan Indonesia bisa melakukan sendiri proses pengolahan bauksit menjadi aluminium, sehingga tidak lagi bergantung kepada negara lain.
"Proyek pembangunan SGAR Mempawah fase 1 kini sudah mencapai 58 persen dan ditargetkan bisa sampai 80 persen, masa konstruksi pada akhir 2023 nanti. SGAR Mempawah fase 1 pun ditargetkan akan full capacity pada 2025 mendatang," kata Sekretaris Perusahaan BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID, Heri Yusuf.
Baca Juga: Jokowi Setop Ekspor Bauksit, Menteri ESDM: Kalau Digugat Kita Gugat Balik
SGAR dimaksudkan menjadi penghubung rantai pasok antara mineral bijih bauksit di Kalimantan Barat dengan pabrik peleburan aluminium milik PT Inalum. Ke depan, SGAR akan memiliki kapasitas produksi 1 juta ton alumina per tahun dengan estimasi bahan baku bauksit sebanyak 3,3 juta ton per tahun.
Adapun rencana proyek yang menghabiskan dana sebesar USD831 juta tersebut akan mulai memproduksi alumina pertamanya pada Q4 2024 dan full performance plant pada Q1 2025 mendatang. Dengan begitu, ke depan Indonesia bisa melakukan sendiri proses pengolahan bauksit menjadi aluminium, sehingga tidak lagi bergantung kepada negara lain.
"Proyek pembangunan SGAR Mempawah fase 1 kini sudah mencapai 58 persen dan ditargetkan bisa sampai 80 persen, masa konstruksi pada akhir 2023 nanti. SGAR Mempawah fase 1 pun ditargetkan akan full capacity pada 2025 mendatang," kata Sekretaris Perusahaan BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID, Heri Yusuf.
Lihat Juga :