Banyak Negara Gagal Bayar Utang, China Rombak Strategi Pemberian Pinjaman

Selasa, 07 November 2023 - 14:07 WIB
loading...
Banyak Negara Gagal...
Presiden China Xi Jinping merombak strategi pemberian utang ke negara-negara berkembang. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - China merombak strategi mereka dalam memberikan utang kepada negara-negara berkembang, sebuah strategi yang dapat membantu kreditor resmi terbesar mereka mempertahankan keunggulan dibandingkan Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya di G7.

Berdasarkan laporan baru yang diterbitkan oleh AidData dari Universitas William and Mary di Virginia, Beijing mulai beralih dari kesepakatan-kesepakatan bilateral besar yang ingin dicapai satu dekade yang lalu ketika pertama kali meluncurkan inisiatif Belt and Road yang terutama memberikan pinjaman untuk proyek-proyek infrastruktur beralih memberikan pinjaman kolaboratif untuk mengurangi eksposurnya terhadap risiko keuangan.

Baca Juga: Banyak Negara Disebut Terjebak Utang China, Mitos atau Fakta?

Hasilnya adalah untuk mengurangi pengeluaran, meskipun secara nilai pemberian utang China masih mengalahkan negara-negara G7. Negara Asia ini pada tahun 2021 memberikan bantuan dan pinjaman senilai USD79 miliar kepada negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, lebih besar dari USD61 miliar yang diberikan oleh AS, menurut data terbaru yang tersedia dari AidData. Bank Dunia pada tahun itu memberikan komitmen senilai sekitar USD53 miliar.

Bandingkan dengan periode 2013 dan 2017, ketika Beijing rata-rata memberikan sekitar USD117 miliar setiap tahun dalam bentuk pembiayaan kepada negara-negara berkembang, jumlah yang melebihi pengeluaran Washington hampir 3:1. Adapun jumlah tersebut jauh lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya.

Banyak yang telah berubah dalam satu dekade sejak Presiden Xi Jinping meluncurkan Belt and Road. Ketika beberapa penerima pendanaannya menyatakan gagal bayar, Beijing menghadapi tuduhan sebagai pemberi pinjaman yang tidak bertanggung jawab.

Hubungan diplomatik Xi, yang dekat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, dan ketegangan geopolitik dengan Barat telah menambah konflik berkontribusi pada berkurangnya minat Eropa terhadap program Belt and Road.

Baca Juga: Militer Israel Klaim Belah Gaza Jadi Dua, Komunikasi Padam Total

Masalah-masalah tersebut ditambah dengan perlambatan ekonomi di dalam negeri mungkin memaksa China untuk memikirkan kembali pendekatan pemberian pinjaman karena China berusaha untuk mempertahankan pengaruh finansialnya di negara-negara berkembang.

"China tidak akan berdiam diri dan melihat inisiatif infrastruktur global andalannya jatuh dan terbakar. Itu tidak akan terjadi," kata Brad Parks, direktur eksekutif AidData dan penulis utama laporan ini, dikutip dari The Japan Times, Selasa (7/11/2023).

"Beijing secara efektif sedang dalam misi penyelamatan. Mereka sedang memindai portofolio global dan melakukan pemadaman kebakaran dalam menanggapi krisis."
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya di Nankai...
Menkeu Purbaya di Nankai University: Mesin Ekonomi Indonesia Melaju Kencang, Fiskal Sehat dan Tangguh
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Rekomendasi
Malam Ini Roy Suryo...
Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, Besok Dilimpahkan ke Jaksa
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Gempa Magnitudo 4,1...
Gempa Magnitudo 4,1 Kembali Guncang Sigi, BMKG Catat 1.163 Gempa Susulan Pascagempa M6,7
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved