PEP Sukowati Lakukan Inovasi Sosial Dukung Pertanian Berkelanjutan
Rabu, 08 November 2023 - 17:06 WIB
loading...
Inovasi sosial Prabu Kresna dari PEP Sukowati mampu meningkatkan pendapatan petani gurem rata-rata Rp5,3 juta, petani lahan Rp22 juta dan buruh tani Rp8,8 juta per musim tanam. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pertamina EP Sukowati Field melakukan inovasi sosial Prabu Kresna untuk menjaga keberlanjutan di sektor pertanian di Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Inovasi tersebut berupa sistem swasembada pupuk melalui pengelolaan sistem Rumah Kompos (Rumpos) berbasis kelompok dengan sistem pola transaksi barter komoditas bahan limbah organik dengan produk pupuk kompos siap pakai .
"Dengan program ini juga dihasilkan perbaikan kualitas lingkungan yang sejalan dengan komitmen perusahaan dalam melakukan kinerja keberlanjutan melalui program Environmental, Social & Governance (ESG)," ungkap GM Zona 11 Muzwir Wiratama, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/11/2023).
Program ini, jelas dia, berkontribusi dalam capaian agenda internasional Sustainable Development Goals khususnya tujuan 15 (Ekosistem Daratan), tujuan 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), dan Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan).
Baca Juga: Tingkatkan Kinerja, Pertamina EP Siapkan Investasi Rp35,6 Triliun
Sistem pengelolaan Rumpos tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan produk bahan pertanian, sistem ini juga mencakup pengorganisasian kelompok petani melalui pembelajaran sekolah lapang yang berhasil menggeser paradigma pertanian konvensional ke arah pertanian organik. Khususnya, metode SRI yang mengembangkan pemanfaatan potensi sumber daya lokal dan pemanfaatan limbah organik sebagai bahan utama perbaikan dan peningkatan kesuburan tanah.
Penerapan program ini sebagai bentuk upaya perbaikan tanah lahan pertanian serta perbaikan rantai ekosistem pada lahan pertanian. Rantai ekosistem yang telah terputus akibat optimalisasi pemakaian pupuk dan pestisida kimia, kini mulai kembali.
"Dengan program ini juga dihasilkan perbaikan kualitas lingkungan yang sejalan dengan komitmen perusahaan dalam melakukan kinerja keberlanjutan melalui program Environmental, Social & Governance (ESG)," ungkap GM Zona 11 Muzwir Wiratama, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (8/11/2023).
Program ini, jelas dia, berkontribusi dalam capaian agenda internasional Sustainable Development Goals khususnya tujuan 15 (Ekosistem Daratan), tujuan 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), Tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), dan Tujuan 2 (Tanpa Kelaparan).
Baca Juga: Tingkatkan Kinerja, Pertamina EP Siapkan Investasi Rp35,6 Triliun
Sistem pengelolaan Rumpos tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan produk bahan pertanian, sistem ini juga mencakup pengorganisasian kelompok petani melalui pembelajaran sekolah lapang yang berhasil menggeser paradigma pertanian konvensional ke arah pertanian organik. Khususnya, metode SRI yang mengembangkan pemanfaatan potensi sumber daya lokal dan pemanfaatan limbah organik sebagai bahan utama perbaikan dan peningkatan kesuburan tanah.
Penerapan program ini sebagai bentuk upaya perbaikan tanah lahan pertanian serta perbaikan rantai ekosistem pada lahan pertanian. Rantai ekosistem yang telah terputus akibat optimalisasi pemakaian pupuk dan pestisida kimia, kini mulai kembali.
Lihat Juga :