Mengintip Keberhasilan Ganjar Pranowo dalam Menangani Masalah Pangan
Kamis, 09 November 2023 - 10:21 WIB
loading...
A
A
A
Ganjar telah berusaha untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak guna mencapai tujuan tersebut. Secara khusus, dia telah berdiskusi dengan para peneliti dan pelaku usaha, termasuk para petani.
Dalam proses tersebut, Ganjar mengetahui bahwa produksi beras di dalam negeri saat ini hanya mencapai 5,9 ton per hektare. Sementara itu, hasil riset menunjukkan bahwa potensi produksi beras bisa mencapai 12 ton per hektare, sehingga diperlukan peningkatan jumlah produksi.
Baca Juga: Ganjar Bakal Berikan Nama Indonesia kepada Pulau-pulau Terluar
Tetapi, peningkatan ini tidak dapat dilakukan secara langsung. Diperlukan sejumlah langkah yang harus diambil, mulai dari modernisasi hingga campur tangan pemerintah. Ganjar juga berencana untuk mengarahkan Badan Urusan Logistik (Bulog) agar lebih berfokus pada memenuhi kebutuhan dalam negeri. Ini karena ia sering mendengar keluhan tentang harga beras yang rendah dari petani, meskipun biaya produksinya tinggi.
"Saya orang yang mendorong dalam konteks lumbung pangan dunia ini, Bulog mesti dikembalikan pada fungsi awal. Sehingga kebutuhan pokok itu negara harus menguasai, tidak bisa diliberalkan dan biasanya petani kalah," ujarnya.
Dalam proses tersebut, Ganjar mengetahui bahwa produksi beras di dalam negeri saat ini hanya mencapai 5,9 ton per hektare. Sementara itu, hasil riset menunjukkan bahwa potensi produksi beras bisa mencapai 12 ton per hektare, sehingga diperlukan peningkatan jumlah produksi.
Baca Juga: Ganjar Bakal Berikan Nama Indonesia kepada Pulau-pulau Terluar
Tetapi, peningkatan ini tidak dapat dilakukan secara langsung. Diperlukan sejumlah langkah yang harus diambil, mulai dari modernisasi hingga campur tangan pemerintah. Ganjar juga berencana untuk mengarahkan Badan Urusan Logistik (Bulog) agar lebih berfokus pada memenuhi kebutuhan dalam negeri. Ini karena ia sering mendengar keluhan tentang harga beras yang rendah dari petani, meskipun biaya produksinya tinggi.
"Saya orang yang mendorong dalam konteks lumbung pangan dunia ini, Bulog mesti dikembalikan pada fungsi awal. Sehingga kebutuhan pokok itu negara harus menguasai, tidak bisa diliberalkan dan biasanya petani kalah," ujarnya.
(nng)
Lihat Juga :