Mengintip Keberhasilan Ganjar Pranowo dalam Menangani Masalah Pangan

Kamis, 09 November 2023 - 10:21 WIB
loading...
Mengintip Keberhasilan...
Faktor kunci keberhasilan Ganjar Pranowo dalam penanganan masalah pangan. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranwo-Mahfud MD, Ammarsjah Purba menyatakan, salah satu faktor kunci keberhasilan Ganjar Pranowo dalam mengatasi permasalahan pangan di Jawa Tengah adalah melalui penguatan ketahanan pangan desa melalui Program Desa Pangan Mandiri.

Oleh karena itu, Ammarsjah menganggap penting bahwa Ganjar Pranowo dan Mahfud MD harus menerapkan kebijakan serupa jika mereka terpilih sebagai presiden dan wakil presiden pada Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024.

"Menjamin ketersediaan pangan dari dalam negeri, aman, berkualitas, murah, dan terdiversifikasi berbasis kearifan, karakteristik dan keunggulan daerah masing-masing melalui Desa Mandiri Pangan adalah salah satu program sukses yang dilakukan Ganjar Pranowo di Jawa Tengah," jelas Ammarsjah Purba pada keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu (08/11/2023).

Baca Juga: Kajol Dukung Ganjar Pelatihan Safety Riding untuk Ojol di Serang

Lanjut menjelaskan, ia menyebut program sukses ini dapat diduplikasi untuk mengatasi ketahanan pangan khususnya lonjakan harga beras saat ini. Berdasarkan catatan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok yang dikelola oleh Kementerian Perdagangan dan Badan Pusat Statistik (BPS), harga beras naik pada tanggal 7 November 2022 sebanyak Rp 13.551 per kilogram. Sehari sebelumnya, pada tanggal 6 November 2023, harga beras masih sekitar Rp 10.775 per kilogram, sehingga terjadi kenaikan sebesar Rp 2.776 per kilogram.

Kenaikan harga beras tersebut menyebabkan tingkat inflasi mencapai 1,72% (mtm) di 87 kota, sementara hanya dua kota yang mengalami deflasi terkait harga beras, dan satu kota lainnya stabil.

Dari data tersebut, terdapat perbedaan harga beras yang signifikan antara lima wilayah tertinggi, yaitu Provinsi Sumatera Barat, Papua Barat, Papua, Riau, dan Maluku, dengan lima wilayah terendah, yaitu Provinsi Sulawesi Selatan, Kepulauan Riau, Jawa Timur, Sumatera Selatan, dan Jawa Barat.

Mengomentari situasi ini, Ammarsjah menekankan bahwa Indonesia seharusnya memiliki lebih banyak variasi pangan selain beras. Penguatan ketahanan pangan di tingkat desa bukan hanya akan membawa kemandirian, tetapi juga akan mendorong kemandirian dalam hal pangan dan gizi.

Ganjar Tentang Ketahanan Pangan

Sementara itu, Calon Presiden Ganjar Pranowo mengaku demi mewujudkan ketahanan pangan, ia melihat ada potensi untuk Indonesia bisa bersaing menjadi lumbung pangan dunia dengan beberapa negara ASEAN seperti Vietnam, Thailand dan India.

“Indonesia punya potensi menjadi lumbung pangan dunia. Di Asean saya kira Vietnam, ada lagi Thailand, India di sekitar kita, Tiongkok punya kemampuan untuk memproduksi itu dan saya kira termasuk Indonesia,” kata Ganjar dalam tayangan YouTube CSIS, Selasa, 7 November.

“Dan kalau kita bicara lumbung pangan dunia kita coba memastikan suplai pangan yang berkelanjutan dalam situasi konflik atau perang,” sambungnya.

Ganjar telah berusaha untuk mendapatkan masukan dari berbagai pihak guna mencapai tujuan tersebut. Secara khusus, dia telah berdiskusi dengan para peneliti dan pelaku usaha, termasuk para petani.

Dalam proses tersebut, Ganjar mengetahui bahwa produksi beras di dalam negeri saat ini hanya mencapai 5,9 ton per hektare. Sementara itu, hasil riset menunjukkan bahwa potensi produksi beras bisa mencapai 12 ton per hektare, sehingga diperlukan peningkatan jumlah produksi.

Baca Juga: Ganjar Bakal Berikan Nama Indonesia kepada Pulau-pulau Terluar

Tetapi, peningkatan ini tidak dapat dilakukan secara langsung. Diperlukan sejumlah langkah yang harus diambil, mulai dari modernisasi hingga campur tangan pemerintah. Ganjar juga berencana untuk mengarahkan Badan Urusan Logistik (Bulog) agar lebih berfokus pada memenuhi kebutuhan dalam negeri. Ini karena ia sering mendengar keluhan tentang harga beras yang rendah dari petani, meskipun biaya produksinya tinggi.

"Saya orang yang mendorong dalam konteks lumbung pangan dunia ini, Bulog mesti dikembalikan pada fungsi awal. Sehingga kebutuhan pokok itu negara harus menguasai, tidak bisa diliberalkan dan biasanya petani kalah," ujarnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
Sinergi Polri-Swasta...
Sinergi Polri-Swasta Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Daerah
Kalimantan Selatan Jaga...
Kalimantan Selatan Jaga Stabilitas Pangan di Tengah Tekanan Inflasi
Cadangan Beras Hampir...
Cadangan Beras Hampir Tembus 5 Juta Ton, Bukti Nyata Perkuat Ketahanan Pangan
Cadangan Beras Pemerintah...
Cadangan Beras Pemerintah Menuju 5 Juta Ton, Mentan Amran: Aman 11 Bulan ke Depan
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Rekomendasi
Sahroni soal Roy Suryo...
Sahroni soal Roy Suryo Ditangkap: Tangkepin yang Hina Presiden dan Penyebar Hoaks
Turnamen Padel di Grand...
Turnamen Padel di Grand Opening Orozon, 80 Tim Perebutkan Hadiah Lebih dari Rp60 Juta
Jokowi dan PSI Dinilai...
Jokowi dan PSI Dinilai Satu Paket Politik, Ini Temuan Survei LPI
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved