Buwas Blak-blakan Indonesia Impor Beras 2 Juta Ton Tahun Depan
Kamis, 09 November 2023 - 11:41 WIB
loading...
Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengungkapkan tugas impor beras tahun depan. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Utama Bulog Budi Waseso (Buwas) mengungkapkan bahwa Bulog mendapatkan tugas impor beras sebanyak 2 juta ton tahun depan. Angka tersebut di luar penugasan sebelumnya untuk pengadaan awal tahun sebanyak 1,5 juta ton.
Pengadaan impor beras itu untuk menjamin stok pangan di dalam negeri mengingat tahun ini belum terserap optimal karena pengaruh iklim yang menyebabkan gagal panen.
"Yang ditugaskan kan 2 juta ton tahun 2024 di luar yang 1,5 juta ton itu," ujar Buwas, di Gedung DPR RI, Rabu (8/11/2023).
Baca Juga: Disuruh Jokowi Lunasi Tagihan Bulog Rp16 Triliun, Ini Jawaban Sri Mulyani
Lebih lanjut, Buwas menjelaskan untuk tugas impor 1,5 juta ton untuk awal tahun 2024 saat ini sudah terkontrak 1 juta ton, tinggal menunggu jadwal pengiriman ke Indonesia. Beras beras tersebut nantinya yang akan menjadi bantuan pangan pemerintah yang akan disalurkan kepada masyarakat.
Impor beras tersebut diharapkan bisa membentuk harga beras di pasar agar tidak mengalami kenaikan yang cukup siginifikan yang disebabkan karena belum masuk musim panen. Sehingga ketersediaan beras dipasar terjaga dan harganya stabil.
"Itu kan bantuan Pak Presiden itu. Januari, Februari, Maret. Belum tambah SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). Ada bantuan pangan lagi Pak Presiden sampai Juni itu plus operasi pasar 3 bulan," sambung Buwas.
Pengadaan impor beras itu untuk menjamin stok pangan di dalam negeri mengingat tahun ini belum terserap optimal karena pengaruh iklim yang menyebabkan gagal panen.
"Yang ditugaskan kan 2 juta ton tahun 2024 di luar yang 1,5 juta ton itu," ujar Buwas, di Gedung DPR RI, Rabu (8/11/2023).
Baca Juga: Disuruh Jokowi Lunasi Tagihan Bulog Rp16 Triliun, Ini Jawaban Sri Mulyani
Lebih lanjut, Buwas menjelaskan untuk tugas impor 1,5 juta ton untuk awal tahun 2024 saat ini sudah terkontrak 1 juta ton, tinggal menunggu jadwal pengiriman ke Indonesia. Beras beras tersebut nantinya yang akan menjadi bantuan pangan pemerintah yang akan disalurkan kepada masyarakat.
Impor beras tersebut diharapkan bisa membentuk harga beras di pasar agar tidak mengalami kenaikan yang cukup siginifikan yang disebabkan karena belum masuk musim panen. Sehingga ketersediaan beras dipasar terjaga dan harganya stabil.
"Itu kan bantuan Pak Presiden itu. Januari, Februari, Maret. Belum tambah SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan). Ada bantuan pangan lagi Pak Presiden sampai Juni itu plus operasi pasar 3 bulan," sambung Buwas.
Lihat Juga :