Panen Raya Tahun Depan Diramal Molor, Bagaimana Harga Beras?

Senin, 13 November 2023 - 13:28 WIB
loading...
Panen Raya Tahun Depan...
Panen raya tahun depan diperkirakan molor akibat terlambatnya musim penghujan. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Panen raya tahun depan diperkirakan bakal mundur dari biasanya. Hal itu disebabkan oleh mundurnya masa tanam karena baru masuknya musim penghujan awal November ini.

Pengamat Pangan Institut Pertanian Bogor Dwi Andreas menjelaskan, seiring terlambatnya musim penghujan yang baru terjadi pada awal November ini, masa tanam padi kemungkinan baru bisa serempak dilakukan pada awal bulan Desember mendatang.

Baca Juga: Harga Beras Premium Makin Mahal, Selama Oktober 2023 Naik 3,65%

"Kalau Oktober sudah hujan biasanya petani baru tanam bulan November. Kenapa demikian? Karena jika baru hujan itu tidak bisa langsung tanam padi, lahan yang semula kering harus terisi air dahulu sampai menggenang, jadi kemungkinan mereka baru tanam itu sekitar bulan November," ujar Dwi Andreas saat dihubungi MNC Portal, Senin (13/11/2023).

Menurut Andreas, jika dihitung mulai Desember, mala puncak panen adalah di bulan Maret. Mundurnya musim tanam pada tahun ini dipastikan berimbas pada panen pada tahun 2024 mendatang yang juga akan mengalami kemunduran. Dia memproyeksikan kemungkinan musim panen raya tahun depan bakal bergeser sekitar 2-3 minggu.

"Karena musim hujan baru di November kemungkinan terlambat sekitar 20-an hari, karena baru November kira-kira nanti tanam serempaknya perhitungan saya di Desember, tanam dalam luasan besar," lanjut Dwi Andreas.

Baca Juga: Komisi I DPR Setujui Jenderal Agus Subiyanto Jadi Panglima TNI

Lalu bagaimana dengan harga beras? Dwi Andreas menilai kemunduran musim panen raya itu tidak akan berdampak banyak terhadap pembentukan harga beras di pasar. Sebab, Pemerintah telah mengantisipasi dengan melakukan impor beras secara masif.

"Seharusnya seperti itu (harga beras naik), tapi yang terjadi saat ini anomali, saya melihat dari survey AP2TI, harga gabah di tingkat usaha tani saat ini mulai turun, padahal gabah di tingkat petani jarang, kalau turun saya pastikan harga beras akan turun," jelasnya.

Sekedar informasi, Pemerintah telah menugaskan Bulog untuk menambah kuota impor sebanyak 2 juta ton pada awal tahun 2024 mendatang. Hal itu bertujuan untuk menekan harga beras di pasar, mengantisipasi kenaikan harga apabila produksi padi petani turun.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dampak Perang Iran,...
Dampak Perang Iran, Harga Beras Asia Cetak Rekor Tertinggi dalam Dua Tahun
Harga Beras Tak Boleh...
Harga Beras Tak Boleh Naik, Mentan Amran: Yang Diserang Pemerintah
Jaga Stabilitas Harga...
Jaga Stabilitas Harga dan Pasokan Beras, Perpadi Ungkap Apa Saja Instrumen Pentingnya
Mentan Amran Targetkan...
Mentan Amran Targetkan Serapan Panen Raya Awal 2026 Capai 2,5 Juta Ton
Harga Beras di Indonesia...
Harga Beras di Indonesia Timur Terpantau Tinggi Jelang Nataru 2025
Zulhas Sebut Harga Beras...
Zulhas Sebut Harga Beras Dunia Ikut Turun saat Indonesia Surplus 4,7 Juta Ton
BMKG Prediksi Jakarta...
BMKG Prediksi Jakarta Diguyur Hujan pada Besok Sore
Prabowo: Perang di Mana-mana,...
Prabowo: Perang di Mana-mana, Kita Tidak Terlibat tapi Waspada
Prabowo Berkelakar Soal...
Prabowo Berkelakar Soal Reshuffle Zulhas usai Salah Sebut Nama Desa di Kebumen
Rekomendasi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Infografis
10 Negara Menaikkan...
10 Negara Menaikkan Harga BBM Akibat Perang AS-Iran, Banyak Tetangga RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved