Audiensi HIMKI dan Kepala BPSDMI Kemenperin Soroti Ketersediaan SDM Berkualitas
Selasa, 14 November 2023 - 20:25 WIB
loading...
A
A
A
Ketiga, menyelenggarakan pelatihan teknik produksi bagi tenaga kerja baru untuk mendukung perkembangan industri mebel dan kerajinan antara lain bekerja sama dengan Kemnaker dan pemerintah daerah di sentra-sentra industri mebel dan kerajinan.
Keempat, membangun trainning center yang terpadu dengan design centre di daerah sentra atau basis industri sebagai upaya meng-upgrade kualitas SDM sampai tingkat layak kompetensi dengan standar global. Kelima, membangun Furniture Community Collage, sebagai upaya penyediaan tenaga kerja industri madya yang berkesinambungan di basis utama industri jangka panjang.
Keenam, melakukan sertifikasi kompetensi bagi para pekerja mebel dan kerajinan untuk memberikan jaminan bagi pengusaha dan pekerja. Ketujuh, membantu HIMKI mendirikan HIMKI Institute yang dapat menyelenggara kan pelatihan secara mandiri, baik untuk manajemen produksi maupun manajemen secara umum. Baca juga: Kemenperin Terus Dorong Hilirisasi Industri Logam
Sebelumnya Direktur Polifurnika Peni Shoffiyati melaporkan hampir 100% lulusan dari Polifurnika terserap industry. Sementara Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPVI) Emmy Suryandari mengungkapkan bahwa hingga saat ini permasalahan yang dihadapi adalah kekurangan tenaga pengajar.
Masrokhan menilai HIMKI adalah asosiasi yang rapi dan sangat terkelola dengan baik. Oleh karenanya dia mengharapkan agar bisa terus berkolaborasi dengan HIMKI, khususnya dalam memajukan SDM industri furnitur. ”Ini merupakan pertemuan pertama dan akan ada pertemuanpertemuan lanjutan untuk membahas hal-hal yg lebih teknis lagi,” tuturnya.
Keempat, membangun trainning center yang terpadu dengan design centre di daerah sentra atau basis industri sebagai upaya meng-upgrade kualitas SDM sampai tingkat layak kompetensi dengan standar global. Kelima, membangun Furniture Community Collage, sebagai upaya penyediaan tenaga kerja industri madya yang berkesinambungan di basis utama industri jangka panjang.
Keenam, melakukan sertifikasi kompetensi bagi para pekerja mebel dan kerajinan untuk memberikan jaminan bagi pengusaha dan pekerja. Ketujuh, membantu HIMKI mendirikan HIMKI Institute yang dapat menyelenggara kan pelatihan secara mandiri, baik untuk manajemen produksi maupun manajemen secara umum. Baca juga: Kemenperin Terus Dorong Hilirisasi Industri Logam
Sebelumnya Direktur Polifurnika Peni Shoffiyati melaporkan hampir 100% lulusan dari Polifurnika terserap industry. Sementara Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPVI) Emmy Suryandari mengungkapkan bahwa hingga saat ini permasalahan yang dihadapi adalah kekurangan tenaga pengajar.
Masrokhan menilai HIMKI adalah asosiasi yang rapi dan sangat terkelola dengan baik. Oleh karenanya dia mengharapkan agar bisa terus berkolaborasi dengan HIMKI, khususnya dalam memajukan SDM industri furnitur. ”Ini merupakan pertemuan pertama dan akan ada pertemuanpertemuan lanjutan untuk membahas hal-hal yg lebih teknis lagi,” tuturnya.
(poe)
Lihat Juga :