Investasi Asing Ambles 60% di Awal 2023, Ekonomi Israel Sedang Tak Baik-baik Saja?

Kamis, 16 November 2023 - 11:51 WIB
loading...
Investasi Asing Ambles...
Kondisi ekonomi Israel ternyata tidak sedang baik-baik saja, bahkan sebelum perang di Gaza memanas. Hal itu terlihat dari investasi asing di Israel yang menukik tajam hingga 60%. Foto/Dok Reuters
A A A
JAKARTA - Kondisi ekonomi Israel ternyata tidak sedang baik-baik saja, bahkan sebelum perang di Gaza memanas. Hal itu terlihat dari investasi asing di Israel yang menukik tajam hingga 60% pada tiga bulan pertama di awal tahun 2023.

Hal itu berdasarkan laporan yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan Israel beberapa waktu lalu. Israel memikat investasi asing sekitar USD2,6 miliar atau setara Rp40,2 triliun (Kurs Rp15.497 per USD) pada kuartal pertama tahun ini.

Baca Juga: Sederet Fakta Ekonomi Israel Akibat Perang: Mesin Duit Utamanya Hancur

Kondisi tersebut mencerminkan penurunan 60% apabila dibandingkan dengan rata-rata kuartalan yang tercatat pada tahun 2020 dan 2022. Namun dalam data tidak membandingkan dengan tahun 2021, dimana pada tahun tersebut mencetak rekot dan dipandang sebagai garis besar.

Baca Juga: 5 Negara Investor Terbesar Israel, Salah Satunya Kucurkan Rp793,3 Triliun

Penurunan terlihat pada jumlah transaksi asing dan jumlah investor asing selama kuartal pertama tahun ini. Mengutip data dari Biro Pusat Statistik, mencatat bahwa investasi asing langsung pada kuartal pertama tahun 2023 turun 34% menjadi USD4,76 miliar, dibandingkan rata-rata kuartalan yang tercatat pada tahun 2020 dan 2022.

Selain itu, ukuran rata-rata transaksi keluar -merger dan akuisisi atau penawaran umum perdana saham- pada kuartal pertama juga merosot tajam 80% menjadi USD56 juta dari sekitar USD307 juta pada tahun 2020 dan 2022. Kementerian Keuangan mengaitkan, sebagian dari penurunan tajam ini dengan penurunan valuasi banyak perusahaan teknologi di Amerika Serikat.

Tahun lalu di 2022, transaksi investasi asing mencapai USD29,3 miliar setelah mencetak rekor pada 2021, dengan aliran investasi asing secara mengejutkan tembus USD47 miliar yang setara Rp728,4 triliun, menurut data. Angka tersebut meningkat pesat bila dibandingkan dengan capaian investasi asing USD26,4 miliar yang tercatat pada tahun 2020.

Pada paruh kedua tahun 2022, investasi di perusahaan swasta melambat di tengah kenaikan suku bunga, penurunan pasar saham global, dan PHK teknologi. Ditambah kondisi ketidakpastian politik lokal seputar perombakan yudisial yang kontroversial pada awal tahun, telah mendorong investor asing ke posisi wait dan see tentang pembuatan kesepakatan.

Hal yang menjadi perhatian utama dalam komunitas bisnis dan teknologi adalah adanya kekhawatiran perombakan yudisial yang diusulkan akan mengikis demokrasi dan melemahkan checks and balances. Dimana bisa membuat pemodal ventura ragu menginvestasikan uang mereka di negara ini dan memicu arus dana keluar.

Pada tahun 2022, sekitar 72% atau setara dengan USD21 miliar, investasi asing di Israel berasal dari AS (Amerika Serikat), serupa dengan persentase pada tahun sebelumnya. Sedangakn 8% lainnya atau USD2,4 miliar, terdiri dari investasi dari Inggris.

Dalam sebuah laporan yang disampaikan kepada Knesset, Menteri Keuangan Bezalel Smotrich memuji ekonomi dan keuangan Israel yang relatif kuat secara global. Akan tetapi Ia mengakui bahwa tekanan inflasi belum mereda sebanyak yang dia prediksi.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Trump Klaim Kesepakatan...
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Selamatkan Dunia dari Bencana Ekonomi
BI Sangkal Cadangan...
BI Sangkal Cadangan Devisa Terkuras, Masih di Atas Standar IMF
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Rekomendasi
Berjasa Besar bagi Bahasa...
Berjasa Besar bagi Bahasa dan Budaya, Sutan Takdir Alisjahbana Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Infografis
Realisasi Investasi...
Realisasi Investasi Asing di IKN Ditarget Tahun Ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved