Perang Israel-Hamas Ditambah Konflik Ukraina Bisa Picu Krisis Minyak 1973 Terulang

Jum'at, 17 November 2023 - 11:12 WIB
loading...
A A A
Harga satu barel minyak saat itu naik hampir empat kali lipat hanya dalam kurun waktu kurang dari setahun. Efeknya menyebabkan inflasi sentuh level tertinggi dalam satu dekade dan stagflasi di AS selama tahun 1970-an.

"Dari konteks sejarah saya pernah mendengar orang mengatakan, Anda kembali ke embargo minyak tahun 1973 – itu agak mirip," kata Simonelli.

"Tapi dalam masa jabatan saya, tidak ada (iklim geopolitik yang tidak serapuh ini – FT). Ini, dari sudut pandang politik, sangat berubah-ubah," sambungnya.

CEO Baker Hughes itu mengungkapkan, bahwa konflik Israel-Hamas memang tidak "mengubah proyeksi" untuk pasokan atau permintaan minyak, lantaran Israel bukan produsen minyak mentah yang signifikan. Namun, menurut para ahli yang dikutip oleh FT, intervensi besar oleh Iran dapat menaikkan harga minyak.

"Kasus dasarnya saat situasi seperti sekarang ini, beberapa hal menjadi sangat ketat. Tapi yang jelas, jika ada yang memburuk, segalanya akan berubah," ucap Simonelli.

Di sisi lain Baker Hughes sebagai pemasok peralatan gas alam cair, membuat Simonelli menyoroti bahwa perusahaan memiliki sejumlah kontrak besar LNG. Dia mengklaim, bahwa gas pipa Rusia memiliki sedikit prospek untuk muncul kembali dalam jangka pendek sebagai pesaing LNG, bahkan jika konflik di Ukraina berakhir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Industri dan Sektor Energi Perlu Dijaga Bersama
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
Rekomendasi
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Kemendagri Bersama Malaysia...
Kemendagri Bersama Malaysia Sepakat Wujudkan Pembangunan Inklusif di Perbatasan
Berita Terkini
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
10 Tahun Jadi Tempat...
10 Tahun Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia, BAT Indonesia Raih Platinum Harmonia
Traveloka Gelar Schooliday...
Traveloka Gelar Schooliday Sale, 46% Wisatawan RI Prioritaskan Biaya
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Naik 2,07%, IHSG Balik...
Naik 2,07%, IHSG Balik Lagi ke Level 6.000-an
IFG Life Lindungi Lebih...
IFG Life Lindungi Lebih dari 20.000 Peserta BTN JAKIM 2026
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved