Membangkitkan Petani Milenial

Jum'at, 07 Agustus 2020 - 06:34 WIB
loading...
A A A
“Kalau bunganya tinggi saya merasa berat untuk meminjam. Pernah saya ditawari oleh sebuah leasing. Dia menawari pinjaman Rp5 juta. Dalam tiga bulan jumlah yang harus saya lunasi Rp5,5 juta. Jadi, per Rp1 juta, bunganya Rp100.000. Saya keberatan. Akhirnya saya tidak jadi pinjam," keluhnya.

Ulus Pirmawan, petani milenial asal Kampung Gadok, RT 01/01, Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menyebut kendala yang dihadapi petani saat ini adalah soal harga yang tidak stabil. Itu yang membuat petani rugi.

Ada ketidakpastian harga dan kebutuhan pasokan yang tidak menentu. ”Bagi petani, ketika harga naik untung? Tidak. Kalau petani ya begitu-begitu saja karena yang menikmati keuntungan dari kenaikan harga hanya mafia harga," ucapnya kepada KORAN SINDO.

Petani yang berhasil mendapatkan penghargaan internasional dari organisasi pangan dunia, Food and Agriculture Organization (FAO), ini menyebutkan, di luar negeri harga komoditas pertanian itu stabil. Kalaupun terjadi pergeseran harga jaraknya kecil. Itu karena pemerintahnya mengontrol pemasaran dan kebutuhan dari masing-masing pasar atau supermarket. (Lihat videonya: Penutupan Gedung DPRD DKI Jakarta Diperpanjang)

Karena itu dia menekankan perlunya kolaborasi antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan terkait berapa data kebutuhan semua jenis sayuran di setiap pasar. Hal ini penting agar tidak mengganggu penjualan dan suplai.

"Ya, seperti komoditas beras yang dikontrol oleh Bulog, jadi harga bisa stabil. Terserahlah pemerintah mau bikin lembaga seperti Bulog, koperasi, atau yang lainnya. Yang jelas, biarkan kami (petani) konsentrasi pada peningkatan kualitas dan hasil panen yang bagus," ucap pria yang tergabung dalam Gapoktan Wargi Panggupay ini.

Dia pun menyoroti terlalu banyaknya rantai distribusi penjualan sehingga harga ke tingkat konsumen menjadi mahal. Urutannya, dari petani ke pengepul, lalu dikirim ke pengepul yang memasok ke pasar, dikirim ke pasar grosir, diambil oleh pengecer, baru terakhir konsumen.

"Bayangkan kalau harga timun Rp1.200/kg di tingkat petani, lalu di setiap rantai distribusi itu mengambil keuntungan Rp500/kg, berapa harga jual ke konsumen? Padahal dari petaninya kan murah," keluhnya. (Sudarsono/Adi Haryanto/Lukman Hakim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bulog Serap 3,4 Juta...
Bulog Serap 3,4 Juta Ton Beras Petani, Setara 85% dari Target Nasional
BULOG dan Komisi IV...
BULOG dan Komisi IV DPR Perkuat Sinergi Dukung Kesejahteraan Petani di Klaten
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Debat Ketiga Calon Ketua...
Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi Menyoroti Investasi, Hilirisasi hingga Pasar Modal
Serap Beras Petani,...
Serap Beras Petani, Kapasitas Gudang Bulog Ditambah hingga 7 Juta Ton
BRI Salurkan KUR Rp65,95...
BRI Salurkan KUR Rp65,95 Triliun, Jangkau 558.000 Petani dan 23.000 Nelayan
Lesbumi PBNU Serahkan...
Lesbumi PBNU Serahkan Petisi Penolakan Aturan Turunan PP 28/2024 kepada Kementerian Kesehatan
Teknologi Perlindungan...
Teknologi Perlindungan Tanaman Bermekanisme Ganda Diperkenalkan kepada Petani
Dirjenbun Kementan Pastikan...
Dirjenbun Kementan Pastikan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Rekomendasi
Ahli Sebut Penetapan...
Ahli Sebut Penetapan Tersangka Roy Suryo Sah: Penuhi Syarat Minimal Dua Alat Bukti
Kejagung Ralat Pernyataan,...
Kejagung Ralat Pernyataan, Status Febrie Adriansyah Tetap Tersangka di 3 Sprindik Baru
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
Berita Terkini
Menteri PU Jawab Isu...
Menteri PU Jawab Isu Keponakan Jadi Komisaris: Lu Bisa Buktikan, Gue Kasih Umrah
Menteri Dody Akui Mutasi...
Menteri Dody Akui Mutasi Pejabat PU, Tapi Tepis karena Bocornya Surat Perjalanan ke AS
Sering Kena Zonk & Trauma...
Sering Kena Zonk & Trauma Promo PHP Saat Belanja Online? Resep Ini Dijamin Bikin Happy
Purbaya Tepis Main-main...
Purbaya Tepis Main-main soal Tarik Ulur Dana SAL Rp400 Triliun di Bank BUMN
Mengulik Pemicu Fenomena...
Mengulik Pemicu Fenomena Financial Anxiety dan Lipstick Effect di Tengah Tekanan Ekonomi
BCA Perkuat Platform...
BCA Perkuat Platform Digital, Transaksi Nasabah Melalui Kanal Digital Tembus 99,8%
Infografis
Ini Jajaran Direksi...
Ini Jajaran Direksi Kaum Milenial BUMN, Siapa Termuda?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved