Sri Mulyani Mohon Maaf Tak Ada Snack Saat Rapat Imbas Hemat Anggaran

Kamis, 30 April 2020 - 13:25 WIB
loading...
Sri Mulyani Mohon Maaf...
Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan langkah realokasi dan refocussing anggaran menjadi salah satu prioritas, bahkan anggaran snack atau kue untuk rapat-rapat pun dipangkas. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengungkapkan langkah realokasi dan refocussing anggaran menjadi salah satu prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahkan, anggaran snack atau kue untuk rapat-rapat di DPR pun dipangkas

"Kita potong anggaran untuk realokasi ke covid-19 jadi mohon maap enggak ada lagi snack saat rapat. Kita harap efisiensinya sampai tahun depan," ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI di Jakarta, Kamis (30/4/2020).

Dia mengakui ada dampak negatifnya jika snack harus dihapus. Kebijakan ini akan mematikan pengusaha penjual snack. Namun, Sri Mulyani berharap kebijakan ini dapat diterima karena pos-pos anggaran lain juga dihemat. Bahkan, kenaikan tunjangan kinerja PNS ditunda.

Sejauh ini, pemerintah telah melakukan penghematan anggaran belanja negara hingga Rp190 triliun. Rinciannya dari total tersebut, penghematan dari kementerian dan lembaga (K/L) mencapai Rp95,7 triliun dan TKDD sebesar Rp94,2 triliun.

Dia merinci dari penghematan sebesar Rp95,7 triliun berasal dari pemotongan belanja barang senilai Rp52 triliun yang diambil dari pemangkasan perjalanan dinas Rp33,7 triliun dan belanja barang Rp18,2 triliun serta pemotongan belanja modal Rp42,6 triliun. "Ada realokasi cadangan sebesar Rp54,6 triliun," katanya.

Sambung Menkeu menambahkan, pemangkasan belanja modal dilakukan dengan hati-hati agar beberapa proyek, terutama di Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan, tidak mangkrak. "Ini hanya slowing down, perlambatan eksekusi dengan skema multiyears sehingga proyeknya tahun depan tidak mangkrak," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
1.500 Buruh Bakal Geruduk...
1.500 Buruh Bakal Geruduk Kemenkeu Desak Penghapusan Pajak JHT, Ini 4 Tuntutan Utama
Kemenkeu Bidik Raup...
Kemenkeu Bidik Raup Rp32 Triliun lewat Lelang Surat Utang Negara
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
Purbaya Dijadwalkan...
Purbaya Dijadwalkan Uji Coba Perbaikan Coretax Pekan Depan
Gaji ke-13 Sudah Cair...
Gaji ke-13 Sudah Cair ke 5,5 Juta Penerima, Pemerintah Kucurkan Rp24,05 Triliun
Berita Pemangkasan Gaji...
Berita Pemangkasan Gaji ke-13 ASN Dipastikan Hoaks, Pencairan Tetap Juni 2026
Aspri John Field Ungkap...
Aspri John Field Ungkap Dibekali Kartu Kredit untuk Entertain Pejabat Bea Cukai
Redenominasi: Sinyal...
Redenominasi: Sinyal Kebijakan atau Sekadar Kosmetik Moneter?
Disdik Kalteng Bersama...
Disdik Kalteng Bersama Kemenkeu Edukasi Keuangan Negara untuk 30.000 Siswa SMA
Rekomendasi
Teladan Rasulullah SAW...
Teladan Rasulullah SAW kepada Tetangga: Akhlak Mulia yang Tetap Relevan hingga Kini
Prabowo Lantik Donny...
Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia dan Yos Sunitiyoso Wagub URI
KPK Panggil 4 Tersangka...
KPK Panggil 4 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Jatim
Berita Terkini
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
KAI Logistik Kelola...
KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang di Semester I 2026
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved