Himpunan Dana di Pasar Modal 2023 Diprediksi Turun Jadi Rp267 T, OJK Ungkap Faktornya
Senin, 27 November 2023 - 11:36 WIB
loading...
Total himpunan dana di pasar modal diharapkan bisa melampaui Rp267 triliun pada akhir 2023. OJK mengungkapkan, kemungkinan penurunan total dana himpunan di pasar modal dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Total himpunan dana di pasar modal diharapkan bisa melampaui Rp267 triliun pada akhir 2023. Sebagaimana diketahui hingga November 2023, total himpunan dana di pasar modal tercatat sebesar Rp226 triliun.
“Mungkin secara total akan terjadi sedikit penurunan dibanding 2022, tapi mudah-mudahan akhir tahun bisa mencapai lebih dari Rp267 triliun,” kata Kepala Departemen Perizinan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) , Luthfy Zain Fuady dalam Opening Public Expose Live 2023 di Jakarta pada Senin (27/11/2023).
Baca Juga: BEI Pede Total Emiten Listing Bisa Cetak Rekor Baru di 2023
Luthfy mengungkapkan, kemungkinan penurunan total dana himpunan di pasar modal dipengaruhi oleh sejumlah faktor antara lain, masih melambatnya perekonomian global, juga pertumbuhan ekonomi China yang melambat. Di mana, hal tersebut sangat berdampak terhadap ekonomi Indonesia, pasalnya Tiongkok merupakan mitra dagang utama.
Baca Juga: OJK Optimistis Penghimpunan Dana di Pasar Modal Capai Rp200 Triliun
Selain itu, tekanan utang negara berkembang, penyesuaian harga di pasar keuangan, serta fragmentasi geoekonomi yang menghambat kerja sama multilateral, turut menjadi faktor penurunan himpunan dana di pasar modal.
“Penurunan ini juga terefleksi pada aktivitas raising fund melalui pasar modal sepanjang tahun ini,” imbuh Luthfy.
“Mungkin secara total akan terjadi sedikit penurunan dibanding 2022, tapi mudah-mudahan akhir tahun bisa mencapai lebih dari Rp267 triliun,” kata Kepala Departemen Perizinan Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) , Luthfy Zain Fuady dalam Opening Public Expose Live 2023 di Jakarta pada Senin (27/11/2023).
Baca Juga: BEI Pede Total Emiten Listing Bisa Cetak Rekor Baru di 2023
Luthfy mengungkapkan, kemungkinan penurunan total dana himpunan di pasar modal dipengaruhi oleh sejumlah faktor antara lain, masih melambatnya perekonomian global, juga pertumbuhan ekonomi China yang melambat. Di mana, hal tersebut sangat berdampak terhadap ekonomi Indonesia, pasalnya Tiongkok merupakan mitra dagang utama.
Baca Juga: OJK Optimistis Penghimpunan Dana di Pasar Modal Capai Rp200 Triliun
Selain itu, tekanan utang negara berkembang, penyesuaian harga di pasar keuangan, serta fragmentasi geoekonomi yang menghambat kerja sama multilateral, turut menjadi faktor penurunan himpunan dana di pasar modal.
“Penurunan ini juga terefleksi pada aktivitas raising fund melalui pasar modal sepanjang tahun ini,” imbuh Luthfy.
Lihat Juga :