Negeri Naga di Asia Selatan Diam-diam Menambang Bitcoin

Senin, 11 Desember 2023 - 07:43 WIB
loading...
Negeri Naga di Asia...
Sebuah kerajaan kecil dan terpencil yang terletak di pegunungan Himalaya diam-diam telah mengembangkan tambang cryptocurrency milik negara terbesar di dunia. Foto/Dok Reuters
A A A
JAKARTA - Bhutan , sebuah negara kecil di Asia Selatan diam-diam telah mengembangkan tambang cryptocurrency milik negara terbesar di dunia. Hal ini terungkap berdasarkan penyelidikan Forbes, yang menyebutkan pemerintah Bhutan diam-diam menghabiskan jutaan dolar untuk membangun operasi penambangan Bitcoin .

Baca Juga: Harga Bitcoin Meroket hingga Tembus Rp681 Juta, Kok Bisa Terus Naik?

Forbes menggunakan citra satelit dari Planet Labs, Satellite Vu, dan Google Earth, serta sumber-sumber dengan pengetahuan tentang investasi crypto Bhutan mengungkap, adanya unit penambangan dan sistem pendingin pusat data yang tersembunyi di hutan dan daerah pegunungan di seluruh negeri.

Baca Juga: Kota Bitcoin di Kaki Gunung Berapi Bakal Dibangun El Salvador, Begini Rencananya

Gambar lain dilaporkan menunjukkan saluran listrik berkapasitas tinggi dan transformator berjalan dari pembangkit listrik tenaga air Bhutan ke lokasi penambangan.

Bhutan disebutkan telah diam-diam berubah menjadi Shangri-La kripto dengan dukungan pemerintah yang menyediakan tanah, pendanaan, dan energi untuk operasi tersebut. "Semua itu diharapkan akan mencegah krisis ekonomi yang menjulang," tulis Forbes.

Menurut laporan itu, kerajaan kecil dan terpencil yang terletak di pegunungan Himalaya memiliki banyak pembangkit listrik tenaga air. Bahkan secara historis, mereka menjual surplus tenaga airnya ke India.

Namun, operasi penambangan kripto telah mendorong permintaan listrik Bhutan meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Akibatnya negara ini secara besar-besaran meningkatkan impor tahun ini, dengan membeli listrik senilai USD20,7 juta sejauh ini.

Para pejabat baru-baru ini mengatakan, ada potensi membengkak menjadi USD72 juta selama musim dingin mendatang, dengan impor diperlukan selama lima bulan untuk menutupi lonjakan permintaan.

Bhutan dilaporkan bertaruh pada crypto untuk meningkatkan dan mempertahankan ekonominya di masa depan, ketika negara itu telah dilanda penurunan pariwisata sejak pandemi Covid.

Pejabat Bhutan dilaporkan tidak pernah mengungkapkan lokasi atau ruang lingkup fasilitas pertambangan. Mereka pertama kali mengomentari investasi aset digital menyusul laporan sebelumnya oleh Forbes tentang portofolio multi-juta dolar kerajaan, yang terekspos imbas kebangkrutan pemberi pinjaman crypto yakni BlockFi dan Celsius.

Negara bagian El Salvador di Amerika Tengah telah menjadi satu-satunya negara di dunia yang diketahui menjalankan tambang crypto milik negara. Negara bagian pertama di dunia yang menjadikan bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah, El Salvador menggunakan beberapa sumber energi terbarukan untuk memberi daya pada situs penambangannya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
BTC Price Game Meluncur,...
BTC Price Game Meluncur, Fitur Game Edukatif untuk Analisis Harga Bitcoin
Bitcoin Pizza Day 2026,...
Bitcoin Pizza Day 2026, Investor Mulai Rasional dan Tinggalkan Tren FOMO
EORMC Merilis Strategi...
EORMC Merilis Strategi Keuangan Hijau, Berkomitmen Pembangunan Berkelanjutan
OKX Rilis Agent TradeKit,...
OKX Rilis Agent TradeKit, Permudah Integrasi AI ke Bursa Kripto
Bitcoin Pizza Day 2026,...
Bitcoin Pizza Day 2026, Indodax Pastikan Industri Kripto Kian Matang
Peluncuran CFX10 Tandai...
Peluncuran CFX10 Tandai Babak Baru Industri Kripto Indonesia
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
Polda Jateng Gandeng...
Polda Jateng Gandeng FBI Bongkar Sindikat Penipuan Kripto Lintas Negara Beromzet Rp41,1 Miliar
Rekomendasi
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Instagram Down Massal,...
Instagram Down Massal, Benarkah Sengaja Diblokir karena Demo Mahasiswa?
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved