Masih Fase Uptrend, IHSG Hari Ini Diprediksi Bergerak di Kisaran 7.000-7.100
Kamis, 14 Desember 2023 - 07:44 WIB
loading...
IHSG hari ini berpotensi bergerak dalam kecenderungan melemah pada sepanjang perdagangan dengan pergerakan indeks akan berada di kisaran 7.000 – 7.100. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini berpotensi bergerak dalam kecenderungan melemah pada sepanjang perdagangan dengan pergerakan indeks akan berada di kisaran 7.000-7.100.
Baca Juga: IHSG Dibuka Koreksi ke 7.139, Nilai Transaksi Saham Pagi Ini Rp583,72 Miliar
Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project, William Hartanto mengatakan, kesimpulan perdagangan sebelumnya, IHSG melemah menyentuh area MA20, walaupun secara indikatornya, IHSG masih uptrend, namun nampaknya ini juga mengkonfirmasi bahwa penguatan IHSG terhenti pada 7.100.
"Jadi, apakah window dressing masih bisa terjadi? Jawabannya mungkin saja, ciri dari fenomena ini selalu terbagi menjadi 2, yaitu penguatan IHSG atau jumlah saham yang menguat lebih banyak dari biasanya," tulis William dalam analisisnya, Kamis (14/12/2023).
Baca Juga: Fakta Bursa Sepekan: IHSG Positif Transaksi Meningkat 41,5%
Menurut William, aksi profit taking membesar karena adanya sector rotation yang mulai terjadi pada saham-saham energi, khususnya distribusi pada sektor minyak.
Baca Juga: IHSG Dibuka Koreksi ke 7.139, Nilai Transaksi Saham Pagi Ini Rp583,72 Miliar
Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project, William Hartanto mengatakan, kesimpulan perdagangan sebelumnya, IHSG melemah menyentuh area MA20, walaupun secara indikatornya, IHSG masih uptrend, namun nampaknya ini juga mengkonfirmasi bahwa penguatan IHSG terhenti pada 7.100.
"Jadi, apakah window dressing masih bisa terjadi? Jawabannya mungkin saja, ciri dari fenomena ini selalu terbagi menjadi 2, yaitu penguatan IHSG atau jumlah saham yang menguat lebih banyak dari biasanya," tulis William dalam analisisnya, Kamis (14/12/2023).
Baca Juga: Fakta Bursa Sepekan: IHSG Positif Transaksi Meningkat 41,5%
Menurut William, aksi profit taking membesar karena adanya sector rotation yang mulai terjadi pada saham-saham energi, khususnya distribusi pada sektor minyak.
Lihat Juga :