Green Sukuk Diklaim Mampu Danai Proyek Hijau Indonesia, Berikut Contohnya
Senin, 18 Desember 2023 - 14:56 WIB
loading...
A
A
A
Baca Juga: Realisasi Pembiayaan Hijau Bank Himbara Capai Rp250 Triliun
Setidaknya ada lima sektor yang dibiayai melalui Green Sukuk, di antaranya transportasi berkelanjutan, energi terbarukan, pengelolaan limbah untuk energi dan lainnya, pertanian berkelanjutan, dan ketahanan terhadap perubahan iklim untuk daerah yang sangat rentan terhadap fenomena tersebut.
Dalam laporan Kementerian Keuangan bertajuk ‘2023 Green Sukuk Allocation and Impact Report’, sektor transportasi berkelanjutan menempati posisi pertama pembiayaan dari Green Sukuk antara tahun 2018-2022, yaitu mencapai 32,39%.
"Salah satu contoh proyek yang dibiayai adalah Kereta Rel Listrik (KRL) Manggarai Jakarta Selatan, dan pembangunan Light Rail Transit (LRT), Palembang, Sumatera Selatan," terang Dwi Irianti dalam siaran persnya, Senin (18/12/2023).
Selanjutnya pembiayaan Green Sukuk banyak disalurkan pada sektor ketahanan pangan dan iklim sebanyak 28,09%. Lalu, diikuti oleh sektor pengelolaan air atau limbah berkelanjutan sebesar 25%.
Setidaknya ada lima sektor yang dibiayai melalui Green Sukuk, di antaranya transportasi berkelanjutan, energi terbarukan, pengelolaan limbah untuk energi dan lainnya, pertanian berkelanjutan, dan ketahanan terhadap perubahan iklim untuk daerah yang sangat rentan terhadap fenomena tersebut.
Dalam laporan Kementerian Keuangan bertajuk ‘2023 Green Sukuk Allocation and Impact Report’, sektor transportasi berkelanjutan menempati posisi pertama pembiayaan dari Green Sukuk antara tahun 2018-2022, yaitu mencapai 32,39%.
"Salah satu contoh proyek yang dibiayai adalah Kereta Rel Listrik (KRL) Manggarai Jakarta Selatan, dan pembangunan Light Rail Transit (LRT), Palembang, Sumatera Selatan," terang Dwi Irianti dalam siaran persnya, Senin (18/12/2023).
Selanjutnya pembiayaan Green Sukuk banyak disalurkan pada sektor ketahanan pangan dan iklim sebanyak 28,09%. Lalu, diikuti oleh sektor pengelolaan air atau limbah berkelanjutan sebesar 25%.
Lihat Juga :