Ekspor Bawang Goreng lewat Upland Project Kementan Buka Pintu Awal Beri Kesejahteraan Petani
Senin, 18 Desember 2023 - 20:23 WIB
loading...
UPLAND Project Kementan terus menggencarkan ekspor komoditas pangan yang telah diolah. Ekspor komoditas pangan yang telah diproduksi dapat memberikan nilai ekonomi lebih terhadap hasil pertanian. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Program Development of Integrated Farming System in Upland Area (UPLAND Project) Kementerian Pertanian atau Kementan terus menggencarkan ekspor komoditas pangan yang telah diolah. Ekspor komoditas pangan yang telah diproduksi dapat memberikan nilai ekonomi lebih terhadap hasil pertanian.
Baca Juga: Kementan Lepas Ekspor Bawang Merah ke Thailand Rp73,5 Miliar
Menteri Pertanian atau Mentan Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, saat ini dunia sedang menghadapi krisis pangan akibat dampak perubahan iklim. Beragam komoditas yang rentan terhadap inflasi, harus diberi perhatian khusus. Pengolahan pasca panen seperti bawang goreng ini memberikan nilai lebih terhadap hasil pangan.
“Dunia sekarang sedang menghadapi krisis pangan. Penting bagi kita untuk terus berkomitmen menjaga pasokan komoditas strategis agar tidak terjadi pergolakan harga dan stok di pasaran,” ujar Mentan Andi Amran Sulaiman dalam keterangan tertulis, Senin (27/11/2023).
Pengelola Program Upland Kementan, Farakka Sari mengatakan, sebanyak enam ribu bungkus produk bawang goreng milik para petani binaan UPLAND Project di Kabupaten Sumenep dilepas untuk dikirim ke negeri kincir angin Belanda. Ekspor perdana bawang goreng diharapkan menjadi pintu awal untuk peningkatan kesejahteraan petani .
Baca Juga: India Larang Ekspor Bawang dan Tebu, Inflasi Pangan Ancam Dunia
Bawang goreng produk kelompok tani yang tergabung dalam Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT Pertama Indah Rubaru (PIR) itu telah dikontrak mencapai USD400 ribu oleh PT Ben Helen Trading Belanda dengan jangka waktu lima terhitung tahun 2023-2028.
Baca Juga: Kementan Lepas Ekspor Bawang Merah ke Thailand Rp73,5 Miliar
Menteri Pertanian atau Mentan Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, saat ini dunia sedang menghadapi krisis pangan akibat dampak perubahan iklim. Beragam komoditas yang rentan terhadap inflasi, harus diberi perhatian khusus. Pengolahan pasca panen seperti bawang goreng ini memberikan nilai lebih terhadap hasil pangan.
“Dunia sekarang sedang menghadapi krisis pangan. Penting bagi kita untuk terus berkomitmen menjaga pasokan komoditas strategis agar tidak terjadi pergolakan harga dan stok di pasaran,” ujar Mentan Andi Amran Sulaiman dalam keterangan tertulis, Senin (27/11/2023).
Pengelola Program Upland Kementan, Farakka Sari mengatakan, sebanyak enam ribu bungkus produk bawang goreng milik para petani binaan UPLAND Project di Kabupaten Sumenep dilepas untuk dikirim ke negeri kincir angin Belanda. Ekspor perdana bawang goreng diharapkan menjadi pintu awal untuk peningkatan kesejahteraan petani .
Baca Juga: India Larang Ekspor Bawang dan Tebu, Inflasi Pangan Ancam Dunia
Bawang goreng produk kelompok tani yang tergabung dalam Badan Usaha Milik Petani (BUMP) PT Pertama Indah Rubaru (PIR) itu telah dikontrak mencapai USD400 ribu oleh PT Ben Helen Trading Belanda dengan jangka waktu lima terhitung tahun 2023-2028.
Lihat Juga :