alexametrics

BPS Buka Lowongan 1 Juta Orang untuk Sensus Penduduk

loading...
BPS Buka Lowongan 1 Juta Orang untuk Sensus Penduduk
BPS membutuhkan setidaknya 1 juta tenaga tambahan dan akan bertugas sebagai tenaga pencacah (survei), yang mendatangi rumah-rumah penduduk. Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) akan melakukan survei penduduk di seluruh Indonesia pada 2020. Untuk melakukannya, BPS membutuhkan setidaknya 1 juta tenaga tambahan dan akan bertugas sebagai tenaga pencacah (survei), yang mendatangi rumah-rumah penduduk.

Deputi bidang Statistik Sosial BPS M Sairy Abdullah mengungkapkan, pihaknya membutuhkan setidaknya 800 ribu hingga 1 juta orang yang akan ditugaskan sebagai tenaga pencacah. Sebab, pegawai BPS saat ini hanya 15.000 orang dan tidak akan cukup untuk melakukannya.

"Kita butuh minimal 800 ribu orang dan maksimal 1 juta orang. Tidak mungkin pakai tenaga BPS karena pegawai kita hanya 15.000 orang," katanya di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (14/2/2018).

Dia mengungkapkan, rekrutmen tenaga pencacah tersebut akan dilakukan pada awal 2020 atau sekitar Februari dan Maret 2020. Nantinya, tenaga penacah tersebut akan diberikan pelatihan (training) terlebih dahulu selama dua hari penuh mengenai teknik pencacahan.

"Akan di-training dua hari efektif dan penuh gitu, bagaimana memahami prosedur, konsep, definisi dan sebagainya. Sehingga, pencacah kita yang ada di Sabang sama dengan pencacah di Miama, di Pulau Rote sama dengan Kalimantan, sama dengan Merauke. Semua seragam pemahaman terhadap konsep yang ada itu," terangnya.

Sairy menuturkan, pendidikan minimal untuk tenaga pencacah tersebut adalah SMA. Nantinya, lurah dan kepala desa juga akan dilibatkan untuk menyeleksi petugas tersebut.

"Seluruh komponen bangsa itu terlibat termasuk para lurah dan kepala desa. Nanti, ikut terlibat di dalam menyeleksi petugasnya gitu. Itu nanti kandidat jadi petugas," jelas dia.
(izz)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak