Jelang Berusia 3 Abad, Ini Kunci Eksistensi Pos Indonesia

Kamis, 21 Desember 2023 - 17:39 WIB
loading...
Jelang Berusia 3 Abad,...
PT Pos Indonesia (Persero) terus berinovasi dan bertransformasi dalam upaya meningkatkan kualitas di semua lini dan berselaras dengan laju digitalisasi. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Pos Indonesia (Persero) terus berinovasi dan bertransformasi dalam upaya meningkatkan kualitas di semua lini dan berselaras dengan laju digitalisasi. Tentu tak mudah untuk dapat terus bertahan di tengah derasnya perubahan global khususnya bidang teknologi digital.

Lebih dari itu, BUMN yang berusia jelang tiga abad atau tepatnya diusia 277 tahun ini terus berupaya menjadi lokomotif atau leader khususnya di bidang logistik. Pada perjalanannya, Pos Indonesia berhasil membuktikan diri sebagai BUMN tertua yang mampu tetap eksis dengan mempertahankan layanan prima.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Pos Indonesia Endy Pattia Rahmadi Abdurrahman mengungkapkan, kunci eksistensi terletak pada inovasi dan harmonisasi antara kualitas pelayanan dengan ketepatan teknologi. Baca juga: Kuliah di Kampus BUMN, ULBI Buka Beasiswa Ikatan Dinas Bagi Calon Pegawai PT Pos

“Mungkin selama ini ada persepsi bahwa Pos itu kuno, Pos hanya mengirim surat saja. Sekarang dengan adanya perubahan itu kita sudah menggunakan robotik, ini adalah bagian proses panjang yang dilakukan Pos Indonesia sehingga bisa kembali sebagai leading company di bidang logistik,” kata Endy dalam siaran persnya, Kamis (21/12/2023).

Aspek lain yang tak kalah penting adalah pentingnya menerapkan manajemen risiko dan tata kelola. “Suatu perusahaan akan berjalan dengan baik jika bisa mengelola manajemen risiko dan memitigasi risiko, serta mengelola keuangan dengan baik,” ujarnya.

Selain itu Endy juga menyoroti pentingnya aspek tata kelola dalam kelangsungan hidup perusahaan. Dengan menyediakan aspek tata kelola ini, divisi keuangan dan managemen risiko akan mendukung kegiatan divisi-divisi lain dari sisi financing dan kebutuhan keuangan.

Menurutnya, manajemen risiko tidak boleh dianggap sebagai ancaman untuk memperlambat proses bisnis. Justru manajemen risiko adalah sebuah proses untuk memastikan bisnis berjalan dengan baik dan bisa sustainable. ”Nah karena keberadaan perusahaan itu kan harus sustainability, kuncinya kan di situ. Jadi kita harus on-going, kita ada di sini kan, (dengan keberadaan) Pos Indonesia sudah ada 277 tahun,” tuturnya.

Manajemen risiko, menurut Endy, semestinya memang jadi perhatian yang sangat serius baik perusahaan swasta ataupun BUMN. “Kita agak beruntung sebetulnya, karena risk management atau manajemen risiko itu menjadi hal yang strategis di level Kementerian BUMN,” tandasnya.

Strategi yang dilakukan Pos Indonesia tersebut dinilai berhasil. Terbukti pada 2022, obligasi yang ditawarkan Pos Indonesia diminati masyarakat. Hal ini menjadi bukti Pos Indonesia tetap bernilai baik dan mendapat tempat di hati masyarakat.

Reaksi pasar, menurut Endy, seharusnya Pos Indonesia sudah masuk ke pasar obligasi ini 10 tahun yang lalu. “Sebetulnya kita terlambat masuk ke pasar saham. Nah, so far waktu kita masuk kita juga kaget. Ternyata kita tidak mengantisipasi pasar itu subscribe over subscribe sampai 4 kali,” jelasnya. Baca juga: Citigroup Umumkan Bakal PHK Ribuan Karyawan Mulai Hari Ini

Pada 2023 ini, Pos Indonesia melakukan perubahan logo brand menjadi PosIND. Perubahan ini untuk mempertegas bahwa layanan Pos Indonesia meninggalkan label konvensional atau old school-nya. Yang artinya tidak hanya bergerak di jasa pengiriman surat atau kurir saja.

“Harapan kami dengan perubahan logo, perbaikan service quality, implementasi digitalisasi teknologi yang semakin baik, semakin canggih, semoga apa yang sudah dilakukan Pos ini masyarakat paham dan kembali memakai service dan produk Pos Indonesia seperti di masa lalu,” tandasnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
Rekomendasi
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Anthropic AI Claude...
Anthropic AI Claude Hasilkan Lebih dari 80 Persen Kode Baru
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
Berita Terkini
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
TikTok Dorong Pertumbuhan...
TikTok Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Malalui ForYouBeauty 2026
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni
Operasional Multi Lokasi...
Operasional Multi Lokasi Kini Bisa Dipantau dari Satu Dashboard
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, Jasa Marga Optimalkan One Call Center 133
Infografis
APBN Pernah Jebol Nyaris...
APBN Pernah Jebol Nyaris Rp1.000 Triliun, Ini 6 Defisit Terbesar Sepanjang Sejarah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved