Investor Pasar Modal RI Berkurang di Pulau Jawa, Tapi Asetnya Meledak Tembus Rp5.083 T
Senin, 25 Desember 2023 - 14:11 WIB
loading...
Menjelang tutup tahun 2023, sebaran investor pasar modal Indonesia masih terpusat di Pulau Jawa. Dimana nilai asetnya justru bertambah signifikan dari semula Rp3.856,56 triliun, menjadi Rp5.083,68 triliun. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Menjelang tutup tahun 2023, sebaran investor pasar modal Indonesia masih terpusat di Pulau Jawa. Kondisi ini berlangsung seiring dominasi Galeri Investasi (GI) dan Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) dibandingkan dengan pulau lainnya.
Data akhir November 2023 yang dihimpun Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor domestik di Pulau Jawa mencapai 68,20%, dari akhir 2022 yang mencapai 69,05%.
Baca Juga: Lampu Kuning Investor Pasar Modal
Kendati melandai tipis, tetapi nilai aset investornya justru bertambah signifikan dari semula Rp3.856,56 triliun, menjadi Rp5.083,68 triliun. Angka itu terdiri dari aset saham dan surat berharga senilai Rp4.625,25 triliun, dan reksa dana Rp458,43 triliun.
Sebaran GI mencapai 364, dengan total 7 Kantor Perwakilan. Angka ini dimungkinkan bakal bertahan di sisa akhir tahun 2023. Baca Juga: Terungkap Fenomena Global Meningkatnya Investor Pasar Modal
Wilayah Sumatera menduduki urutan kedua. Sayangnya, terdapat koreksi tipis atas sebaran investor menjadi 16,78%, dari akhir tahun lalu yang mencapai 16,81%. Jumlah asetnya juga berkurang menjadi Rp95,7 triliun, dari akhir 2022 senilai Rp103,19 triliun
Pertumbuhan aset investor justru terjadi di Pulau Kalimantan yang mencapai Rp124,95 triliun, dari akhir tahun lalu Rp109,7 triliun. Namun, porsi sebaran investornya ikut terpangkas menjadi 5,31%, dari semula 5,47%.
Data akhir November 2023 yang dihimpun Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor domestik di Pulau Jawa mencapai 68,20%, dari akhir 2022 yang mencapai 69,05%.
Baca Juga: Lampu Kuning Investor Pasar Modal
Kendati melandai tipis, tetapi nilai aset investornya justru bertambah signifikan dari semula Rp3.856,56 triliun, menjadi Rp5.083,68 triliun. Angka itu terdiri dari aset saham dan surat berharga senilai Rp4.625,25 triliun, dan reksa dana Rp458,43 triliun.
Sebaran GI mencapai 364, dengan total 7 Kantor Perwakilan. Angka ini dimungkinkan bakal bertahan di sisa akhir tahun 2023. Baca Juga: Terungkap Fenomena Global Meningkatnya Investor Pasar Modal
Wilayah Sumatera menduduki urutan kedua. Sayangnya, terdapat koreksi tipis atas sebaran investor menjadi 16,78%, dari akhir tahun lalu yang mencapai 16,81%. Jumlah asetnya juga berkurang menjadi Rp95,7 triliun, dari akhir 2022 senilai Rp103,19 triliun
Pertumbuhan aset investor justru terjadi di Pulau Kalimantan yang mencapai Rp124,95 triliun, dari akhir tahun lalu Rp109,7 triliun. Namun, porsi sebaran investornya ikut terpangkas menjadi 5,31%, dari semula 5,47%.
Lihat Juga :