Keuangan Israel Babak Belur Lawan Hamas, Biaya Perang Meroket Jadi Rp216 Triliun

Selasa, 26 Desember 2023 - 14:51 WIB
loading...
Keuangan Israel Babak...
Perang Israel dan Hamas di Gaza akan meningkatkan biaya Israel hingga tahun depan. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Perang Israel dengan Hamas di Gaza kemungkinan akan menelan biaya setidaknya 50 miliar shekel setara USD14 miliar atau Rp216 triliun pada 2024 dan mengakibatkan defisit anggaran hampir tiga kali lipat. Kementerian Keuangan memproyeksikan bahwa pertempuran akan berlangsung hingga Februari 2024 mendatang.

Dalam sebuah pengarahan kepada para anggota parlemen wakil komisaris anggaran kementerian tersebut, Itai Temkin, mengatakan bahwa perang diperkirakan akan berlangsung setidaknya dua bulan hingga tahun 2024 dengan menambahkan 30 miliar shekel untuk keamanan dan 20 miliar lainnya untuk biaya-biaya sipil dan biaya-biaya lainnya.

Hal itu diungkapkan kepada Komite Keuangan Knesset akan meningkatkan total belanja pertahanan lebih dari 48 miliar shekel melebihi apa yang telah dialokasikan. Total pengeluaran anggaran pada 2024 akan meningkat menjadi 562,1 miliar shekel dari rencana 513,7 miliar dan menyebabkan defisit anggaran sebesar 5,9% dari produk domestik bruto (PDB) naik dari target 2,25%.

Baca Juga: Perang Gaza Memanas, 14 Tentara Israel Tewas Dibantai dalam Sehari

Dengan defisit yang diperkirakan akan melebar sebesar 75 miliar shekel menjadi 114 miliar shekel tahun depan, Temkin mengatakan kesenjangan tersebut akan membutuhkan pemotongan pengeluaran lain atau peningkatan pendapatan.

Dia juga mengatakan saat ini tidak mungkin untuk merencanakan kemungkinan bahwa perang melawan kelompok Islamis Hamas Palestina di Gaza akan berlanjut hingga Maret atau lebih.

"Ada kemungkinan bahwa di akhir tahun ini kami harus datang dan memperbaruinya dan kami harus datang dengan pembaruan saat perang berlanjut," kata dia dikutip Reuters, Selasa (26/12/2023).

Parlemen bulan ini menyetujui anggaran perang khusus untuk tahun 2023 sebesar hampir 30 miliar shekel untuk membantu mendanai perang dan memberi kompensasi kepada mereka yang terkena dampak serangan lintas batas pada 7 Oktober oleh Hamas yang menyebabkan perang dan roket-roket yang diluncurkan dari Gaza dan Lebanon.

Moshe Gafni, ketua komite keuangan, mengatakan bahwa ia menentang kenaikan pajak pendapatan namun mendukung pajak atas kelebihan keuntungan bank dan langkah-langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Menteri Keuangan Bezalel Smotrich kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa ia akan bekerja untuk menghindari peningkatan beban keuangan warga selama perang dan prioritas utamanya untuk tahun 2024 adalah membantu para prajurit dan keluarga mereka.

"Mereka meninggalkan segalanya dan mempertaruhkan nyawa mereka untuk kita semua dan kita harus melakukan segalanya untuk memberi penghargaan kepada mereka dengan cara terbaik," kata Smotrich, seraya menambahkan bahwa kementerian keuangan dan kementerian pertahanan sedang mengerjakan rencana yang sangat besar untuk kepentingan para prajurit dan keluarga mereka.

Baca Juga: Pemimpin Hamas di Gaza: Para Pejuang Hancurkan Tentara Israel, Tak akan Menyerah

Sekitar 350.000 orang telah dipanggil untuk menjadi tentara cadangan sejak dimulainya perang. Kementerian Keuangan memperkirakan kontraksi ekonomi kuartal keempat sebesar 19% secara tahunan dari kuartal ketiga, yang mengalami pertumbuhan 2,5%.

Untuk keseluruhan tahun 2023, kementerian ini memproyeksikan pertumbuhan sebesar 2%, atau pertumbuhan per kapita yang datar, dan pertumbuhan 1,6% pada tahun 2024. Bank Dunia memperkirakan tingkat inflasi tahunan akan berakhir pada 3,1% dan turun menjadi 2,6% tahun depan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya soal Anggaran...
Purbaya soal Anggaran MBG: Saya Maunya Nol, Tapi Nggak Bisa Kan
Purbaya dan Kepala BGN...
Purbaya dan Kepala BGN Dijadwalkan Bertemu Hari Ini, Bedah Anggaran?
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Defisit APBN April 2026...
Defisit APBN April 2026 Sentuh Rp164,4 T, Belanja Negara Meroket jadi Rp1.082,8 Triliun
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Anggaran Pelatihan SPPI Lebih Besar untuk Latsarmil ketimbang Substansi Koperasi
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rekomendasi
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
Implementasi B50 Perkuat...
Implementasi B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Tingkatkan Nilai Tambah Sawit
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Berita Terkini
Lindungi Bursa Saham...
Lindungi Bursa Saham dari Ancaman Siber, ADIGSI Gandeng APEI
Tak Sekadar Nyaman,...
Tak Sekadar Nyaman, Hunian Masa Depan Kini Mengandalkan Energi Hijau
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
SIG Berdayakan UMKM...
SIG Berdayakan UMKM Berbasis Potensi Lokal di Tuban
Keamanan Aset Kripto...
Keamanan Aset Kripto Bukan Hanya soal Teknologi, tetapi Kesadaran Pengguna
Infografis
India Gunakan S-400...
India Gunakan S-400 Rusia dan Drone Israel untuk Lawan Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved