Wall Street Berakhir Menguat Didorong Ekspektasi The Fed Pangkas Suku Bunga

Rabu, 27 Desember 2023 - 07:51 WIB
loading...
Wall Street Berakhir...
Wall Street melanjutkan tren kenaikan pada perdagangan, Selasa (26/12) waktu setempat. Sentimen positif pada pekan terakhir tahun 2023, datang dari ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga. Foto/Dok
A A A
NEW YORK - Wall Street melanjutkan tren kenaikan pada perdagangan, Selasa (26/12/2023) waktu setempat. Sentimen positif pada pekan terakhir tahun 2023, datang dari ekspektasi bahwa Federal Reserve alias The Fed akan mulai memangkas suku bunga segera pada bulan Maret.

Baca Juga: Pantas AS Geram, Teror Laut Merah Bisa Bikin Semua Harga Jadi Mahal

Mengutip Reuters, Dow Jones Industrial Average (.DJI) naik 159,36 poin atau 0,43% menjadi 37.545,33. Sedangkan indeks S&P 500 (.SPX) bertambah 20,12 poin yang setara 0,42% ke posisi 4.774,75 dan Nasdaq Composite (.IXIC) meningkat 81,60 poin atau 0,54% di level 15.074,57.

Baca Juga: The Fed Bawa Angin Segar, Suku Bunga BI Bisa Turun

Ketiga indeks saham utama AS mengalami kenaikan, ketika perdagangan cenderung sepi setelah liburan Natal. Dimana tercatat S&P 500 menyentuh level intraday tertinggi sejak Januari 2022. Ketiga indeks utama berada dalam jalur kenaikan bulanan, triwulanan, dan tahunan.

Saham-saham megacap yang sensitif terhadap suku bunga dan saham-saham chip memimpin kenaikan. Pada hari Jumat, kemarin ketiga indeks mencatatkan kenaikan mingguan kedelapan berturut-turut untuk menjadi yang terpanjang dalam beberapa tahun terakhir.

Angin segar bagi investor yaitu karena data ekonomi menunjukkan inflasi berkurang mendekati target rata-rata tahunan The Fed sebesar 2%.

"Momentumnya tetap mengarah ke atas," kata Kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities, Peter Cardillo di New York.

Namun Ia mencatat bahwa reli yang kuat tidak mungkin terjadi saat perdagangan sepi. "Kami memiliki angka inflasi yang baik pada hari Jumat. Jika inflasi terus turun pada bulan Januari dan Februari, ada peluang bagus bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga lebih awal dari yang diperkirakan," bebernya.

S&P 500 berada di jalur yang tepat untuk membukukan kenaikan kuartalan terbesarnya dalam tiga tahun, dan berada dalam kisaran 0,5% dari penutupan tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada Januari 2022.

Penutupan di atas level tersebut - 4,796.56 - akan mengonfirmasi bahwa indeks acuan telah berada dalam bull market sejak menyentuh titik nadir bear market, penutupan terendah yang dicapai pada Oktober 2022.

Reli saham selama delapan minggu berubah menjadi overdrive dua minggu lalu setelah The Fed mengisyaratkan akhir dari siklus kenaikan suku bunga dan membuka kemungkinan penurunan suku bunga pada tahun 2024.

Seluruh 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau. Saham-saham energi (.SPNY) menikmati persentase kenaikan terbesar, didorong oleh melonjaknya harga minyak mentah karena perselisihan di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran pasokan. Sementara optimisme terhadap penurunan suku bunga The Fed memicu harapan permintaan.

Volume di bursa saham Amerika mencapai 9,99 miliar lembar saham, dibandingkan dengan rata-rata 12,56 miliar saham untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Keok Lawan Dolar...
Rupiah Keok Lawan Dolar AS, Hari Ini Berakhir Sentuh Rp17.839
Ekonomi Singapura Melesat...
Ekonomi Singapura Melesat 6% Berkat Demam AI, Mengapa Masih Kirim Sinyal Bahaya?
The Fed Punya Bos Baru!...
The Fed Punya Bos Baru! Sinyal Kenaikan Suku Bunga Bikin Pasar Global Ketar-ketir
Dunia di Ambang Kebangkrutan?...
Dunia di Ambang Kebangkrutan? Utang AS Tembus Rp666.215 Triliun
Dalih Iran Soal Penutupan...
Dalih Iran Soal Penutupan Ketat di Selat Hormuz, Stabilitas Harga Energi Masih Jauh
Rupiah Masih Rapuh,...
Rupiah Masih Rapuh, Hari Ini Sentuh Level Rp17.104 per USD
Profil Lisa Cook, Gubernur...
Profil Lisa Cook, Gubernur The Fed yang Tuntut Donald Trump karena Dipecat dari Jabatannya
Bantu Trader Bisa Profit,...
Bantu Trader Bisa Profit, Founder Astronacci International Raih Rekor ke-8 Muri
Inflasi Kembali Mengancam,...
Inflasi Kembali Mengancam, The Fed Urung Turunkan Suku Bunga?
Rekomendasi
TMCR 2026 Ajak Warga...
TMCR 2026 Ajak Warga Jelajahi Jakarta Jelang Usia 500 Tahun
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Sidang Tuntutan Dalang...
Sidang Tuntutan Dalang Pembunuhan Kacab Bank Ditunda
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved