Ekonom: Political Overheating Bayangi Ekonomi di 2024

Sabtu, 30 Desember 2023 - 16:51 WIB
loading...
Ekonom: Political Overheating...
Ekonom Muhammadiyah Mukhaer Pakanna. Foto/Dok.
A A A
JAKARTA - Ekonom Muhammadiyah Mukhaer Pakanna memprediksi akan terjadi political overheating pada 2024 yang turut memengaruhi perekonomian nasional. Pemilik modal diyakini akan sangat berhati-hati dalam mengelontorkan dananya.

Menurut Mukhaer, perubahan dinamika politik mencuat pada pemilihan 2024, di mana pembelahan bukan hanya berbasis identitas agama, suku, dan etnis seperti sebelumnya, melainkan lebih menekankan unsur negara atau nonnegara, status quo dan nonstatus quo, perubahan dan keberlanjutan.

Baca Juga: Dunia Genting, Tantangan Ekonomi Tahun Depan Semakin Berat

Terkait dengan itu, Mukhaer menilai semua pemilik modal raksasa akan sangat berhati-hati dalam mengelontorkan dananya. Mereka cenderung bersikap wait and see, menahan investasi untuk proyek strategis dan jangka panjang, dan lebih memilih mendanai kandidat dengan elektabilitas tinggi.

"Justru, belanja politik yang akan menjadi penopang ekonomi pada awal 2024 nanti. Bayangkan biaya perhelatan demokrasi untuk KPU saja mencapai Rp76,6 triliun, belum biaya kontestasi tiga paslon capres-cawapres dan caleg-caleg yang jumlahnya 9.917 orang," ujar Rektor ITB Ahmad Dahlan Jakarta Periode 2018-2023 ini, melalui keterangan tertulis, Sabtu (30/12/2023).

Di tengah ketidakpastian geopolitik global, termasuk eskalasi konflik di Timur Tengah dan Rusia-Ukraina, serta melemahnya daya beli masyarakat dunia, Mukhaer menyoroti masalah internal seperti tingginya Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia, rendahnya Total Factor Productivity (TFP), dan gejala deindustrialisasi yang memengaruhi kontribusi manufaktur terhadap PDB.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 6,5 Guncang Calang Aceh Jaya

"Angka ICOR Indonesia tinggi mendekati 7,4%, sedangkan rerata negara ASEAN hanya 3,5%. Artinya, masih rendahnya produktivitas, rendahnya daya saing, inefisiensi, angka korupsi yang tinggi, dan menjamurnya biaya siluman dalam birokrasi ekonomi. Selain itu, TFP Indonesia juga masih di bawah banyak negara lain. Indonesia juga mengalami gejala deindustrialisasi, yang diindikasikan dengan menurunnya kontribusi manufaktur terhadap PDB," tambahnya.

Pandangan ini, kata Mukhaer, mencerminkan keprihatinan terhadap tantangan ekonomi dan politik yang kompleks di tahun-tahun mendatang. Karena itu, tegas dia, pemilihan 2024 akan menjadi penentu arah bangsa untuk dekade yang akan datang.

"Karena itu, penting memilih paslon dengan jelas, karena keputusan ini akan berdampak kemungkinan besar 10 tahun atau dua periode hingga 2034. Suatu rentang kekuasaan yang akan mendeterminasi nasib bagaimana kita mengelola bonus demografi agar tidak menyeret ke tiang sejarah malapetaka demografi. Jualan Indonesia Emas hanya sekadar khayalan kosong jika salah memilih paslon," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahasiswa UPJ Belajar...
Mahasiswa UPJ Belajar Analisis Fundamental dan Teknikal di Jaya Investment Week 2026 bersama MNC Sekuritas
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
MNC Sekuritas Bekali...
MNC Sekuritas Bekali Mahasiswa UPJ Edukasi Pasar Modal dalam Acara Jaya Investment Week 2026
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
Seminar dan Live Trading,...
Seminar dan Live Trading, Didimax Dorong Edukasi Trading yang Aman serta Mandiri
Mulai Investasi Saham...
Mulai Investasi Saham dan Reksa Dana? Cek & Ikuti Promo Combo Cuan 50 dari MNC Sekuritas
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Evaluasi Ekonomi Nasional,...
Evaluasi Ekonomi Nasional, DPR dan Pemerintah Perkuat Koordinasi Kebijakan
Ekonomi Indonesia Tumbuh...
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,6 %, Lemhannas Soroti Pentingnya Strategi Mitigasi Global
Rekomendasi
Kasus Erin Berbalik...
Kasus Erin Berbalik Arah? Bukti Psikologis Nur Disebut Untungkan Herawati
Tak Hanya Ganggu Mental,...
Tak Hanya Ganggu Mental, Sering Marah-marah Bisa Melemahkan Daya Tahan Tubuh
KPK Rincikan Penyitaan...
KPK Rincikan Penyitaan Uang dari Geledah Rumah Silmy Karim
Berita Terkini
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
Sertifikasi RSPO Kunci...
Sertifikasi RSPO Kunci Akses Pasar dan Penguatan Petani Sawit Swadaya
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved