Jelang Tahun Baru, Dirjen Migas dan Pertamina Patra Niaga Pantau Keandalan Energi di NTT
Minggu, 31 Desember 2023 - 18:40 WIB
loading...
Dirjen Migas KESDM Tutuka Ariadji bersama direksi Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan energi dalam kondisi aman.
A
A
A
KUPANG - Sebagai upaya memastikan kebutuhan energi di Nusa Tenggara Timur selama libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) dalam kondisi prima, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Dirjen Migas KESDM), Tutuka Ariadji bersama direksi Pertamina Patra Niaga meninjau langsung sarana dan fasilitas operasional, serta memastikan pasokan energi dalam kondisi aman.
Peninjauan oleh Dirjen Migas turut didampingi oleh Direktur BBM BPH Migas, Sentot Harijady, Tenaga Ahli Menteri KESDM, Mulyono, Direktur Logistik & Infrastruktur PT Pertamina (Persero), Alfian Nasution, dan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan. Adapun lokasi peninjauan meliputi DPPU El Tari, Fuel Terminal Tenau, SPBU 5485106 Oesapa, dan Agen Minyak Tanah Subsidi PT Uma Tana Anawara 52.851.03.
Tutuka menjelaskan, peninjauan langsung ini dilakukan untuk memastikan pasokan energi tercukupi dan seluruh persiapannya dilaksanakan dengan baik. Apresiasi pun turut dituturkan kepada Pertamina yang telah membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) Nataru dalam melakukan berbagai antisipasi agar tidak terjadi kelangkaan.
“Kami memastikan persiapan bagaimana pengiriman dari hulu sampai ke DPPU maupun Fuel Terminal, setelah itu transportasi pengiriman ke SPBU bisa dilaksanakan dengan baik. Kami juga melihat stoknya mencukupi untuk beberapa hari ke depan, istilahnya itu coverage days. Nanti pada saat tahap tertentu sudah bisa supply lagi, jadi coverage days mencukupi untuk bisa pengiriman selanjutnya, supaya bisa supply terus. Jadi sejauh ini, stoknya aman,” jelasnya.
Dalam pantauannya di DPPU El Tari dan Fuel Terminal Tenau, secara umum stok energi di Nusa Tenggara Timur dalam kondisi aman. Proses penyaluran energi di Nusa Tenggara Timur dipastikan baik sebab sebanyak 6 DPPU, 8 Fuel Terminal, 129 SPBU, 11 SPDN, 35 Pertashop, 41 Agen Minyak Tanah, 5.322 Pangkalan Minyak Tanah, 5 Agen LPG NPSO, dan 334 Outlet LPG NPSO disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tersebar di Pulau Timor, Pulau Sumba, serta Pulau Flores, Lembata, dan Alor.
Peninjauan oleh Dirjen Migas turut didampingi oleh Direktur BBM BPH Migas, Sentot Harijady, Tenaga Ahli Menteri KESDM, Mulyono, Direktur Logistik & Infrastruktur PT Pertamina (Persero), Alfian Nasution, dan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Riva Siahaan. Adapun lokasi peninjauan meliputi DPPU El Tari, Fuel Terminal Tenau, SPBU 5485106 Oesapa, dan Agen Minyak Tanah Subsidi PT Uma Tana Anawara 52.851.03.
Tutuka menjelaskan, peninjauan langsung ini dilakukan untuk memastikan pasokan energi tercukupi dan seluruh persiapannya dilaksanakan dengan baik. Apresiasi pun turut dituturkan kepada Pertamina yang telah membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) Nataru dalam melakukan berbagai antisipasi agar tidak terjadi kelangkaan.
“Kami memastikan persiapan bagaimana pengiriman dari hulu sampai ke DPPU maupun Fuel Terminal, setelah itu transportasi pengiriman ke SPBU bisa dilaksanakan dengan baik. Kami juga melihat stoknya mencukupi untuk beberapa hari ke depan, istilahnya itu coverage days. Nanti pada saat tahap tertentu sudah bisa supply lagi, jadi coverage days mencukupi untuk bisa pengiriman selanjutnya, supaya bisa supply terus. Jadi sejauh ini, stoknya aman,” jelasnya.
Dalam pantauannya di DPPU El Tari dan Fuel Terminal Tenau, secara umum stok energi di Nusa Tenggara Timur dalam kondisi aman. Proses penyaluran energi di Nusa Tenggara Timur dipastikan baik sebab sebanyak 6 DPPU, 8 Fuel Terminal, 129 SPBU, 11 SPDN, 35 Pertashop, 41 Agen Minyak Tanah, 5.322 Pangkalan Minyak Tanah, 5 Agen LPG NPSO, dan 334 Outlet LPG NPSO disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang tersebar di Pulau Timor, Pulau Sumba, serta Pulau Flores, Lembata, dan Alor.
Lihat Juga :