Bukan Emas, Harga Logam Ini Bakal Melonjak dalam 2 Tahun ke Depan
Rabu, 03 Januari 2024 - 11:37 WIB
loading...
A
A
A
Tembaga di London Metal Exchange terakhir diperdagangkan pada harga USD8.559 per ton. Analis melihat tren bullish pada tembaga karena gangguan penambangan, di mana Goldman Sachs memperkirakan terjadi defisit lebih dari 0,5 juta ton pada tahun 2024.
Baca Juga: Arab Saudi Resmi Gabung BRICS, Venezuela Ejek Argentina Habis-habisan
November lalu, First Quantum Minerals menghentikan produksi di Cobre Panamá, salah satu tambang tembaga terbesar di dunia, menyusul keputusan Mahkamah Agung dan protes nasional atas masalah lingkungan. Sementara Anglo American, produsen utama tembaga, mengatakan akan memangkas produksi logam dasar tersebut pada tahun 2024 dan 2025 karena berupaya memangkas biaya.
"Pemotongan pasokan memperkuat pandangan kami bahwa pasar tembaga sedang memasuki periode pengetatan yang lebih jelas," tulis analis Goldman, yang memperkirakan harga tembaga akan mencapai USD10.000 per ton pada tahun ini, dan jauh lebih tinggi lagi pada tahun 2025. "Keyakinan kami bahwa harga tembaga akan kembali naik secara signifikan pada tahun 2025 (rata-rata USD15.000 per ton) kini jauh lebih tinggi," kata Goldman.
Analis Tembaga Senior S&P Global, Wang Ruilin menyebutkan, pasokan yang lebih rendah juga berarti bahwa pabrik peleburan tembaga baru yang mulai beroperasi akan mengalami kekurangan konsentrat untuk dikerjakan. "Pabrik peleburan tembaga akan mengalami kekurangan pasokan konsentrat mulai tahun 2024, dan perkiraan defisit di pasar konsentrat akan semakin parah pada tahun 2025–27," katanya kepada CNBC.
Baca Juga: Arab Saudi Resmi Gabung BRICS, Venezuela Ejek Argentina Habis-habisan
November lalu, First Quantum Minerals menghentikan produksi di Cobre Panamá, salah satu tambang tembaga terbesar di dunia, menyusul keputusan Mahkamah Agung dan protes nasional atas masalah lingkungan. Sementara Anglo American, produsen utama tembaga, mengatakan akan memangkas produksi logam dasar tersebut pada tahun 2024 dan 2025 karena berupaya memangkas biaya.
"Pemotongan pasokan memperkuat pandangan kami bahwa pasar tembaga sedang memasuki periode pengetatan yang lebih jelas," tulis analis Goldman, yang memperkirakan harga tembaga akan mencapai USD10.000 per ton pada tahun ini, dan jauh lebih tinggi lagi pada tahun 2025. "Keyakinan kami bahwa harga tembaga akan kembali naik secara signifikan pada tahun 2025 (rata-rata USD15.000 per ton) kini jauh lebih tinggi," kata Goldman.
Analis Tembaga Senior S&P Global, Wang Ruilin menyebutkan, pasokan yang lebih rendah juga berarti bahwa pabrik peleburan tembaga baru yang mulai beroperasi akan mengalami kekurangan konsentrat untuk dikerjakan. "Pabrik peleburan tembaga akan mengalami kekurangan pasokan konsentrat mulai tahun 2024, dan perkiraan defisit di pasar konsentrat akan semakin parah pada tahun 2025–27," katanya kepada CNBC.
(fjo)
Lihat Juga :