Penurunan Suku Bunga, Ekonom: Tidak Menjamin Meningkatnya Penyaluran Kredit

Senin, 10 Agustus 2020 - 21:24 WIB
loading...
Penurunan Suku Bunga,...
Penurunan suku bungan bukan jaminan peningkatan kredit. Foto/Dok/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah mengalokasikan anggaran penanganan Covid-19 serta Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) total Rp607,65 triliun baik bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) maupun subsidi dan relaksasi untuk Kredit Ultra Mikro (UMi).

Sebanyak Rp35,28 triliun untuk 60,66 juta debitur digunakan untuk alokasi subsidi bunga UMKM terdampak pandemi Covid-19 agar usaha mereka tidak berhenti total. Sementara itu berdasarkan data suku bunga dasar kredit Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per akhir Juni 2020 bunga untuk pinjaman mikro masih berkisar 14-21%.

Pengamat Ekonomi Piter Abdullah memandang di tengah wabah covid-19 sekarang ini turunnya suku bunga kredit tidak menjadi jaminan akan meningkatkan penyaluran kredit. Pasalnya, pemulihan ekonomi yang salah satunya diawali dengan pertumbuhan kredit hanya bisa dilakukan ketika wabah berlalu.

"Saat ini fokus sebaiknya lebih kepada menanggulangi wabah. Kebijakan dibidang ekonomi itu lebih bersifat menahan perlambatan agar kontraksi tidak terlalu dalam," ungkap dia saat dihubungi di Jakarta Senin, (10/8/2020).

Baca Juga: Kabar Gembira Nih! Emak-emak Bisa Ngutang KUR Tanpa Bunga Lho

Menurut Piter, yang dibutuhkan sektor UMKM sekarang ini bukan utang baru berapapun bunganya melainkan hibah atau subsidi.
Seperti diketahui, ada bermacam macam besaran subsidi yang diberikan dari perbankan dan perusahaan pembiayaan yaitu pinjaman s.d Rp500 juta, subsidi bunga 6% untuk 3 bulan pertama, 3% untuk 3 bulan kedua. Pinjaman di atas Rp500 juta s.d. Rp10 miliar, subsidi bunga 3% untuk 3 bulan pertama, 2% untuk 3 bulan ke dua.

Untuk subsidi dari lembaga penyalur kredit program pemerintah, pinjaman sampai dengan 10 juta subsidi sebesar beban bunga debitur, paling tinggi 25%.Pinjaman di atas Rp10 juta s.d. Rp500 juta, subsidi bunga 6% untuk 3 bulan pertama, 3% untuk 3 bulan ke dua. Pinjaman di atas Rp500 juta s.d. Rp10 miliar, subsidi bunga 3% untuk 3 bulan pertama, 2% untuk 3 bulan ke dua.

Piter menganggap, berapapun besarnya subsidi bunga akan bermanfaat membantu dunia usaha khususnya UMKM. "Memang diharapkan sebesar besarnya. Tapi bantuan ini kan ada konsekuensinya ke beban APBN. Kita sering meminta banyak bantuan kepada pemerintah tapi disisi lain kita terus mengkritisi kenaikan utang pemerintah. Artinya kita sering tidak konsisiten," beber dia.

Maka dari itu, jika masyarakat mengharapkan bantuan subsidi sebesar besarnya kepada dunia usaha, mereka (masyarakat) juga harus bisa menerima konsekuensi terhadap utang pemerintah. "Kalau kita mengharapkan bantuan sebesar-besarnya kepada dunia usaha, konsekuensinya terhadap utang pemerintah harusnya kita terima," pungkas dia
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
BI Rate Naik Sampai...
BI Rate Naik Sampai 5,75%, Siap-siap Cicilan Bank dan KPR Bengkak
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Rupiah Terus Melemah,...
Rupiah Terus Melemah, BI Keluarkan Lima Jurus Tambahan
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Mahasiswa MNC University...
Mahasiswa MNC University Pelajari Praktik Layanan Pelanggan Industri Perbankan melalui Company Visit ke Halo BCA
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Rekomendasi
Menkes Usul Penderita...
Menkes Usul Penderita TBC Dapat MBG, DPR: Wacana Tidak Masuk Akal
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
2 Calon Manajer Kopdes...
2 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal saat Latsarmil, TB Hasanuddin Berharap Lakukan Evaluasi Menyeluruh
Berita Terkini
TikTok Bidik Pertumbuhan...
TikTok Bidik Pertumbuhan Aplikasi Asia Tenggara lewat Inovasi AI
IHSG Ambruk 3,56% ke...
IHSG Ambruk 3,56% ke 5.883 Sore Ini, Tekanan Jual Hantam Nyaris Seluruh Sektor
Hadapi Ketidakpastian...
Hadapi Ketidakpastian Global, Gajah Tunggal Andalkan Efisiensi dan Inovasi
IFG Life Tekankan Pentingnya...
IFG Life Tekankan Pentingnya Perencanaan Dana Pendidikan Sejak Dini
Bea Cukai Musnahkan...
Bea Cukai Musnahkan 44 Juta Rokok Ilegal, Potensi Kerugian Negara Capai Rp32,9 Miliar
NHM Peduli Dampingi...
NHM Peduli Dampingi Pasien Jantung Rematik Asal Lingkar Tambang Hingga Sukses Jalani Operasi di Jakarta
Infografis
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved